Rayakan Hari ASMR 9 April, Ini 5 Jenis Video yang Lagi Banyak Ditonton

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hari ASMR yang diperingati setiap 9 April jadi momen yang pas untuk menikmati konten yang menenangkan, Sobat Holopis. Fenomena ASMR sendiri dikenal lewat sensasi rileks berupa “tingles” yang muncul dari rangsangan suara atau visual tertentu.

Seiring berkembangnya tren di media sosial, jenis video ASMR juga semakin beragam. Tidak hanya soal bisikan, kini banyak kreator menghadirkan konsep yang lebih kreatif dan menarik.

– Advertisement –

Ini dia lima jenis video ASMR yang sedang populer dan banyak ditonton saat ini.

1. Whispering ASMR

Video bisikan masih menjadi salah satu jenis ASMR yang paling klasik dan banyak digemari. Suara yang pelan, lembut, dan konsisten mampu menciptakan suasana tenang bagi pendengarnya.

– Advertisement –

Biasanya, kreator akan berbicara dengan intonasi rendah, membaca cerita, memberikan afirmasi positif, atau sekadar berbincang santai. Jenis ini sering digunakan untuk membantu mengurangi stres dan menemani waktu tidur.

2. Eating Sounds (Mukbang ASMR)

Video makan atau mukbang dengan fokus pada suara juga memiliki basis penonton yang besar. Daya tarik utamanya terletak pada suara tekstur makanan, seperti renyah, lembut, atau berair.

Beberapa penonton merasa suara tersebut memberikan sensasi menyenangkan dan memicu respons ASMR. Namun, jenis ini juga cukup subjektif karena tidak semua orang nyaman dengan suara makan yang jelas.

3. Tapping dan Scratching

Konten tapping dan scratching menghadirkan suara dari ketukan atau gesekan pada berbagai benda. Kreator biasanya menggunakan objek seperti kayu, kaca, logam, atau plastik untuk menghasilkan variasi suara.

Ritme yang berulang dan konsisten membuat video ini terasa menenangkan. Beberapa bahkan dirancang dengan pola tertentu agar lebih “memancing” sensasi ASMR.

4. Roleplay ASMR

Roleplay menjadi salah satu jenis ASMR yang semakin berkembang karena memberikan pengalaman yang lebih imersif. Kreator biasanya memerankan profesi tertentu, seperti dokter, barber, atau makeup artist.

Pendekatan ini membuat penonton merasa seolah sedang dilayani secara langsung. Interaksi yang dibuat terasa personal, sehingga efek relaksasi bisa lebih kuat dibanding jenis lainnya.

5. Visual ASMR

Tidak hanya suara, elemen visual juga bisa memicu sensasi ASMR. Video seperti slime ditekan, sabun dipotong, atau objek dihancurkan menjadi sangat populer.

Gerakan yang halus, repetitif, dan rapi menciptakan efek menenangkan secara visual. Jenis ini cocok bagi penonton yang lebih responsif terhadap rangsangan visual dibanding audio.

Sekadar informasi Sobat Holopis, efek ASMR tidak dirasakan oleh semua orang karena sifatnya sangat subjektif. Namun bagi yang sensitif terhadap rangsangan tersebut, konten ASMR bisa menjadi cara sederhana untuk membantu relaksasi hingga meningkatkan kualitas tidur.

– Advertisement –

Leave a Comment