
JABAR EKSPRES – Kucuran bantuan finansial pemerintah kepada Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat mengalami lonjakan drastis sebesar 400 persen pada tahun anggaran 2026.
Berdasarkan dokumen Penjabaran APBD 2026, nilai Dana hibah tersebut menembus angka Rp 5 miliar, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 1 miliar.
Fenomena meroketnya dana bantuan ini memicu kritik tajam mengenai transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Baca Juga:Kebijakan Work From Home ASN Cimahi Bukan Celah Bolos KerjaGelap Tanpa Lampu Jalan Puluhan Kendaraan Terjebak Longsor Cadas Pangeran
Publik menyoroti adanya korelasi antara kenaikan alokasi anggaran dengan terpilihnya Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, sebagai Ketua Kwarda Jawa Barat periode 2025-2030.
Transparansi Dana Hibah dan Independensi Gerakan Pramuka
Herman Suryatman resmi mengomandoi organisasi ini setelah dilantik pada Desember 2025 menggantikan Atalia Praratya.
Kenaikan drastis anggaran Pramuka ini terjadi tepat setelah APBD 2026 disahkan, di mana Herman memegang peran sentral dalam penyusunan anggaran di tingkat eksekutif.
“Hibah ke Kwarda Pramuka naik menjadi Rp 5 miliar karena gerakannya akan berbeda dari sebelum-sebelumnya,” ujar Herman memberikan klarifikasi saat ditemui pada Rabu (8/4/2026).
Pemanfaatan dana bagi anggota Pramuka tersebut diklaim berfokus pada visi “Pancawaluya Ngajati Diri Pramuka Jabar Istimewa” yang bertujuan menyiapkan generasi masa depan yang tangguh.
Namun, besarnya nominal anggaran di tengah terbatasnya ruang fiskal daerah menuntut adanya pengawasan ketat agar tidak terjadi tumpang tindih program kerja.
“Tugas utama Pramuka adalah menyiapkan generasi muda menjemput masa depan yang lebih baik dari tingkat Siaga hingga Pandega,” imbuhnya mengenai arah kebijakan organisasi.
Baca Juga:Mitigasi Lemah Berujung Petaka Bencana Longsor yang Menimbun Warga SumedangPejabat Samsat Dicopot Akibat Persulit Warga Bayar Pajak Kendaraan
Skema Ketahanan Pangan Melalui Anggaran Pramuka Jawa Barat
Herman merinci bahwa sekitar Rp 1,5 miliar dari total anggaran akan dialokasikan khusus untuk program pelatihan ketahanan pangan bagi anggota Pramuka.
Program ini mencakup pembelian hewan ternak seperti domba, ayam, hingga lele yang akan disesuaikan dengan potensi lokal di setiap Kwartir Cabang.
“Ini disesuaikan potensi daerahnya sebagai percontohan bagi anggota dalam mengembangkan kemampuan bertahan hidup,” jelas Herman mengenai pemanfaatan anggaran Pramuka tersebut.
Langkah ini diambil untuk menekan angka pengangguran lulusan sekolah menengah di Jawa Barat yang masih berada pada kisaran angka 6,6 persen.