
JABAR EKSPRES – Pemerintah masih menyiapkan regulasi khusus terkait rencana pembangunan hunian terintegrasi di lahan KAI Kota Bandung. Hal itu diungkapkan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, Rabu (8/4/2026).
Herman menjelaskan, rencananya dalam waktu dekat Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bakal kembali lagi meninjau lokasi yang ada di kawasan Kiaracondong itu.
“Ini masih menunggu Minggu depan Pak Menteri akan ke Kiaracondong lagi karena tanahnya milik KAI dan wilayahnya ada di Kota Bandung,” jelasnya.
Baca Juga:Pemprov Jabar Dukung Pembangunan Hunian Terintegrasi di Lahan KAI BandungMenteri PKP Sulap Lahan KAI Bandung Jadi Solusi Hunian Murah Masyarakat
Herman melanjutkan, salah satu yang masih jadi persoalan adalah terkait regulasi. “Yang sedang dirumuskan sekarang adalah regulasi di Kota Bandung terkait batasan tinggi bangunan,” cetusnya.
Menurut Herman, pembangunan hunian itu harus mengikuti rasio ruang terbuka. Termasuk pertimbangan tinggi maksimal bangunan.
Karena Menteri PKP menginginkan pembangunan hunian bisa maksimal. Setidaknya bisa di atas 18 lantai. “Kami Pemprov membantu Pemkot agar regulasinya mendukung tanpa melanggar aturan,” jelasnya.
Salah satu pertimbangan ketinggian itu terkait Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).
Sebelumnya, Pemerintah bakal membangun hunian terintegrasi atau Transit Oriented Development (TOD) di lahan KAI Kota Bandung, Pemprov Jawa Barat pun menyambut baik rencana itu.
Hal itu diungkapkan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, hunian terintegrasi itu akan dibangun di kawasan Kiaracondong.
Menteri PKP Maruarar Sirait juga sempat survei langsung ke lokasi hunian terintegrasi tersebut pada Senin (6/4) dengan beberapa pejabat terkait lainnya salah satunya Sekda Herman.
Baca Juga:Soal Program Pembangunan 3 Juta Rumah, PKP Pastikan Tidak Ada Penggusuran?Dukung Program 3 Juta Rumah, BI-PKP Berkolaborasi Lewat Hal Ini!
Menurut Herman, kawasan terpadu tersebut juga mengintegrasikan beberapa aspek, tidak hanya hunian tapi ada beberapa fasilitas penunjang.
“Ada hunian, kemudian ada kawasan bisnisnya, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan lain sebagainya,” katanya dalam video yang juga dibagikan dalam akunya itu.
Herman melanjutkan, hunian tersebut bakal difokuskan pada masyarakat berpenghasilan rendah.
“Nantinya ada dua tower, diperkirakan 17-18 lantai. Ada sekitar 793 unit untuk masyarakat Bandung,” cetusnya.
Herman juga menegaskan bahwa program itu merupakan implementasi dari misi 3 juta rumah besutan Presiden Prabowo.“Pemprov memberikan dukungan penuh,” jelasnya. (Son)