Retakan di Tol Cisumdawu, PT CKJT Terapkan Penanganan Cepat dan Siapkan Skema Contra Flow – jabarekspres.com

Retakan di Tol Cisumdawu, PT CKJT Terapkan Penanganan Cepat dan Siapkan Skema Contra Flow – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pergeseran tanah terdeteksi di Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) yang mengakibatkan retakan (sliding) pada Kilometer (KM) 207+300 hingga 207+400.

Menanggapi hal tersebut, PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memastikan bahwa ruas Tol Cisumdawu KM 207 A masih dalam kondisi aman dan laik dilalui.

Direktur Utama PT CKJT, Agustinus Sudrajat, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sebagai prioritas utama.

Baca Juga:Di Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan Hodak Elnusa Bidik Status ‘Low-Cost Operator’ Dunia: Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25%

“Menindaklanjuti kejadian tersebut, PT CKJT telah melakukan langkah penanganan secara cepat, menyeluruh, dan terkoordinasi guna memastikan keselamatan pengguna jalan serta menjaga fungsi infrastruktur jalan tol tetap optimal,” katanya saat ditemui Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, penanganan awal yang telah dilakukan meliputi pemasangan rambu peringatan dan pengurang kecepatan, pengisian retakan dengan material aspal, serta penutupan area retakan menggunakan terpal untuk mencegah masuknya air yang dapat menambah beban pada timbunan.

Selain itu, PT CKJT juga menyiapkan penanganan jangka panjang. Tahapannya mencakup pengukuran topografi untuk menentukan luas area terdampak, penyelidikan tanah tambahan guna mengidentifikasi lapisan tanah, pengukuran menggunakan instrumen inklinometer untuk mengetahui kedalaman bidang longsor, serta analisis geoteknik dalam menentukan metode perkuatan yang tepat.

“Penanganan jangka panjang direncanakan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter dan panjang kurang lebih 100 meter,” jelas Sudrajat.

Menurutnya, seluruh proses evaluasi dan perbaikan dilakukan sesuai standar teknis serta prosedur keselamatan yang berlaku.

Ia menambahkan, retakan tersebut diduga dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi. “Pasca kejadian tersebut, kami langsung melakukan identifikasi serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase,” lanjutnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fungsi drainase berjalan optimal.

Sementara itu, atas diskresi kepolisian, arus lalu lintas di main road KM 194 A ditutup sementara. Kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Paseh.

Baca Juga:Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib WargaPuncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap

Selain pengalihan arus, PT CKJT juga akan memberlakukan skema contra flow di jalur B, khususnya untuk arah menuju Bandung, mulai dari KM 206+125 hingga KM 208+200.

PT CKJT menegaskan akan terus melakukan pemantauan lapangan secara berkala, terutama di titik-titik yang berpotensi berisiko, terlebih di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi.

Leave a Comment