Buntut Warga Hajatan Tewas di Tangan Preman, Dedi Mulyadi Sarankan Aparat Piket – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut merespon peristiwa tewasnya warga yang berhajatan di Purwakarta. Ia menyarankan agar aparat setempat bisa piket ketika ada warga yang tengah berhajatan.

Dedi Mulyadi juga datang langsung ke kediaman korban, Senin (6/4). “Kami bersama keluarga korban dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh segerombolan anak-anak muda yang berada di wilayah Desa Kertamukti,” cetusnya dalam video yang juga dibagikan akun medsosnya itu.

Menurutnya, tindakan tersebut tentu tidak dibenarkan. “Ini tindakan yang sudah tidak bisa ditolerir. Semoga mereka mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya karena menghilangkan nyawa orang lain,” katanya.

Baca Juga:Elnusa Bidik Status ‘Low-Cost Operator’ Dunia: Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25%Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib Warga

Dedi mengharapkan bahwa kejadian tersebut tak terulang kembali. Aksi premanisme merupakan hal yang ingin diberantas sejak ia menjabat.

Makanya ia menyarankan agar dalam setiap hajatan bisa dihindarkan dari minuman keras, termasuk saran ada aparat yang piket ke lokasi hajatan.

“Saat ada hajatan sebaiknya kegiatan tersebut dipiketin oleh aparat keamanan setempat yang bisa menjaga kenyamanan, ketertiban, dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” cetusnya.

Beberapa saat kemudian, Dedi Mulyadi juga mengapresiasi aparat kepolisian. Karena nampaknya terduga pelaku telah diamankan.

“Saya ucapkan terima kasih yang telah dengan cepat menangkap pelaku pemukulan yang berakibat kematian Pak Dadang yang hajatan di Desa Kertamukti, Purwakarta,” tuturnya. (son)

Leave a Comment