KRI Bung Hatta Pimpin Latihan Gabungan TNI AL–Malaysia, Ada Misi Besar di Baliknya

HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Laut kembali menegaskan perannya dalam menjaga stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi maritim. Terbaru, TNI AL terlibat dalam pelaksanaan Passing Exercise (PASSEX) bersama Angkatan Laut Malaysia di perairan Laut Jawa.

Latihan ini melibatkan KRI Bung Hatta-370 dari Indonesia serta dua kapal perang Malaysia, yakni KD Kelantan dan KD Badik. Kehadiran tiga unsur laut tersebut mencerminkan kerja sama yang semakin solid di tengah dinamika keamanan maritim kawasan.

– Advertisement –

Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL, PASSEX bukan sekadar latihan rutin, tetapi menjadi ajang penting untuk meningkatkan interoperabilitas dan koordinasi antarangkatan laut. Dalam latihan ini, berbagai skenario taktis dijalankan secara profesional, mulai dari manuver dasar hingga pembentukan formasi laut.

Sejumlah materi yang dilatihkan antara lain Simple Manuver, Joining Group, hingga Replenishment At Sea Approach (RASAP). Latihan ini bertujuan mengasah kemampuan operasional di laut serta memperkuat kesiapan dalam menghadapi potensi ancaman bersama.

– Advertisement –

Kegiatan ini juga menjadi refleksi eratnya hubungan bilateral Indonesia–Malaysia, khususnya di bidang pertahanan maritim. Sinergi kedua negara dinilai penting dalam menjaga jalur pelayaran strategis dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Arahan Panglima Koarmada II, I Gung Putu Alit Jaya, menegaskan bahwa latihan ini memiliki makna lebih dari sekadar aktivitas militer.

“Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang latihan semata, tetapi juga sebagai simbol eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Malaysia di bidang kemaritiman dan pertahanan,” demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AL yang dikutip pada Senin, (6/4/2026).

Melalui kegiatan seperti PASSEX, TNI AL terus mengedepankan konsep diplomasi angkatan laut sebagai instrumen strategis dalam hubungan internasional. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan sekaligus mencegah potensi konflik di laut.

Dinas Penerangan TNI AL juga menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian kawasan.

“Melalui kegiatan PASSEX ini, TNI AL terus menegaskan perannya dalam mengedepankan Naval Diplomacy sebagai instrumen strategis untuk memperkuat hubungan antarnegara, menjaga stabilitas kawasan, serta mendukung kontribusi aktif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia,” lanjut keterangan Dinas Penerangan TNI AL.

Latihan ini juga sejalan dengan visi modernisasi kekuatan laut Indonesia. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, menekankan pentingnya kesiapan prajurit dalam menghadapi dinamika maritim global.

TNI AL didorong untuk terus menjadi kekuatan yang profesional, modern, dan adaptif dalam menjawab berbagai tantangan keamanan laut yang semakin kompleks.

– Advertisement –

Leave a Comment