Modus Canggih Penyalahgunaan BBM Subsidi Terbongkar, Pelaku Simpan Puluhan Barcode dan Gunakan Plat Palsu – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Praktik penyalahgunaan BBM subsidi dengan modus terbilang canggih berhasil diungkap Satreskrim Polresta Bandung.

Pelaku memanfaatkan puluhan barcode serta plat nomor kendaraan palsu untuk mengelabui sistem saat membeli biosolar bersubsidi di SPBU.

Kasus ini kini telah memasuki babak baru setelah Unit II Tipidter Satreskrim Polresta Bandung melimpahkan tersangka berinisial AS beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Kamis (2/4).

Baca Juga:Harga BBM Nonsubsidi Tak Naik, Selisih Ditanggung Pertamina?Aturan WFH bagi Swasta, Menaker: Harinya Tergantung Perusahaan

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengungkapkan, pengungkapan kasus ini menunjukkan adanya upaya terstruktur dalam menyalahgunakan distribusi BBM subsidi.

“Modus yang digunakan cukup rapi, tersangka memanfaatkan barcode dan identitas kendaraan yang tidak sesuai untuk melakukan pembelian berulang BBM subsidi,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula saat petugas mengamankan tersangka pada Minggu (9/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Tol Purbaleunyi KM 150 arah Cileunyi menuju Jakarta.

Saat itu, pelaku tengah mengendarai kendaraan roda enam dengan tangki yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan fakta bahwa tersangka menyimpan sekitar 20 barcode berbeda di dalam telepon genggamnya. Barcode tersebut diduga digunakan untuk mengakali sistem pembatasan pembelian BBM subsidi di SPBU.

Selain itu, pelaku juga menggunakan plat nomor kendaraan yang tidak sesuai guna menghindari kecurigaan petugas saat melakukan transaksi.

“Dari handphone tersangka, kami temukan puluhan barcode serta data kendaraan yang digunakan untuk melancarkan aksinya,” kata Kasat Reskrim.

Baca Juga:Wajibkan Biodiesel 50 Mulai Juli 2026, Bisa Hemat Subsidi?Tok! ASN Resmi WFH Setiap Jumat, KBM Dasar hingga Menengah Tatap Muka

Tak hanya itu, polisi turut mengamankan sejumlah uang tunai yang diduga merupakan sisa hasil transaksi pembelian BBM subsidi yang kemudian akan diperjualbelikan kembali.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa praktik seperti ini sangat merugikan masyarakat, terutama karena BBM subsidi seharusnya diperuntukkan bagi kalangan yang berhak.

“Kami tidak akan mentolerir penyalahgunaan subsidi pemerintah. Ini jelas merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Saat ini, tersangka telah resmi dilimpahkan ke pihak kejaksaan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap. Proses hukum selanjutnya akan berlanjut ke tahap penuntutan di pengadilan.

Leave a Comment