Imbas Konflik di Hormuz, Turkiye Naikan Harga Listrik dan Gas Alam Secara Dratis

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Otoritas Regulasi Pasar Energi (EPDK) Turkiye dan perusahaan energi milik negara BOTAS mengumumkan kenaikan harga listrik dan gas alam yang signifikan.

Pengumuman yang disampaikan pada Jumat (2/4) itu dengan alasan meningkatnya biaya energi global dan domestik.

– Advertisement –

Tarif baru itu, yang rencananya mulai berlaku pada Sabtu (4/4) itu akan menimbulkan kenaikan paling tajam yang berdampak pada konsumen rumah tangga dan sektor pertanian.

Menurut EPDK, tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga akan naik sebesar 25 persen, sementara tarif untuk kegiatan pertanian meningkat 24,8 persen.

– Advertisement –

Layanan publik dan swasta yang terhubung ke jaringan tegangan rendah akan mengalami kenaikan sebesar 17,5 persen. Sebaliknya, pengguna industri dengan tegangan menengah hanya akan menghadapi penyesuaian yang lebih moderat, yakni sebesar 5,8 persen.

Pada saat yang sama, BOTAS mengumumkan bahwa harga gas alam grosir untuk konsumen rumah tangga akan meningkat rata-rata 25 persen. Perusahaan utilitas negara itu juga mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah beralih ke sistem tarif bertingkat untuk rumah tangga guna mengelola konsumsi.

Sektor industri juga akan menghadapi kenaikan biaya gas, dengan harga untuk konsumen industri naik rata-rata 18,61 persen, sementara gas alam yang digunakan untuk pembangkitan listrik akan mengalami kenaikan sebesar 19,42 persen.

Otoritas energi menyatakan penyesuaian ini dipicu oleh tekanan kenaikan yang berkelanjutan pada biaya produksi dan distribusi di pasar energi. Kebijakan tersebut mengikuti lonjakan harga acuan energi global, yang didorong oleh kekhawatiran rantai pasokan di Selat Hormuz, jalur vital bagi aliran minyak dan bahan bakar dunia.

– Advertisement –

Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.

Leave a Comment