Kisah Tasya Madiun, Jatuh dari Kuda tapi Bangkit Kejar Mimpi

HOLOPIS.COM, MADIUN – Menunggang kuda bukan sekadar hobi biasa. Selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit, olahraga ini juga menuntut keberanian, keseimbangan, dan kekuatan mental. Namun, tantangan tersebut justru menjadi daya tarik bagi seorang mahasiswi asal Kota Madiun, Jawa Timur, bernama Tasya Griselda Trisnata.

Mahasiswi semester II jurusan Manajemen Ekonomi di Universitas Negeri Surabaya ini mengaku mulai jatuh cinta pada dunia berkuda karena terinspirasi oleh sosok Princess Diana dan Ratu Elizabeth II yang dikenal memiliki hobi serupa.

– Advertisement –

“Hobi berkuda ini saya tekuni karena terinspirasi kegemaran Lady Diana, termasuk Ratu Elizabeth yang juga gemar berkuda. Kultur bangsawan Inggris itu nampak elegan dan kharismatik,” kata Tasya.

Untuk mengembangkan kemampuannya, Tasya rutin berlatih di WHC Nusantara dengan bimbingan pelatih profesional. Ia mengaku harus mengeluarkan biaya sekitar Rp850 ribu untuk satu paket latihan yang terdiri dari lima kali pertemuan, belum termasuk perlengkapan berkuda yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

– Advertisement –

Meski terlihat glamor, perjalanan Tasya tidak selalu mulus. Ia pernah terjatuh dari kuda saat latihan kelima. Insiden itu terjadi karena kedua kakinya terlepas dari pijakan (stirrup) saat kuda berjalan.

“Pernah jatuh dari kuda. Itu pada latihan ke lima kalau tidak salah. Gara-garanya kedua kaki saya terlepas dari pijakan saat kuda berjalan. Tidak apa-apa karena saya punya jiwa petualang,” tuturnya.

Alih-alih trauma, pengalaman tersebut justru membuatnya semakin tertantang. Ia mengaku tantangan terbesar dalam berkuda adalah menjaga keseimbangan dan membangun “chemistry” dengan kuda.

Menurutnya, kuda adalah hewan yang sensitif dan bisa merasakan emosi penunggangnya. Jika rider merasa takut, kuda pun bisa menjadi sulit dikendalikan.

Kini, meski belum sepenuhnya mahir, Tasya sudah mampu menunggang kuda secara mandiri. Ia pun memiliki mimpi besar untuk menjadi atlet berkuda dan mengikuti jejak atlet nasional seperti Aisha Maydina Hakim, Ivana Putri Santosa, dan Galis Kirina.

“Saya tidak ingin melihat ke belakang terlalu lama. Karena yang di depan telah menungguku,” ujarnya penuh semangat.

Dengan tekad kuat, Tasya berharap suatu hari dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui olahraga berkuda.

– Advertisement –

Leave a Comment