BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Bandung, Warga Diminta Waspada 3 Hari ke Depan – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merespons informasi yang beredar di media sosial terkait cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan mengenai kejadian longsoran berupa lumpur yang terbawa air hujan hingga menghambat akses jalan.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG mencatat suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia masih relatif hangat. Kondisi ini berpotensi meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib WargaPuncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap

“Sehingga mengindikasikan potensi suplai uap air ke wilayah Jawa Barat,” katanya, Rabu (3/4).

Dari sisi sirkulasi angin, terpantau adanya belokan angin di sekitar wilayah Jawa Barat yang turut mendukung pembentukan awan hujan.

“Kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat,” terangnya.

BMKG juga mendeteksi adanya aktivitas gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby yang aktif di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, tingkat kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar tergolong tinggi, yakni berkisar antara 50 hingga 95 persen.

Sementara itu, indeks labilitas atmosfer berada pada kategori sedang hingga kuat, yang menunjukkan meningkatnya potensi pembentukan awan konvektif skala lokal.

Berdasarkan citra radar dan satelit, bibit awan konvektif mulai terpantau di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung sejak pukul 10.53 WIB dan terus berkembang hingga mencakup sebagian besar wilayah.

Baca Juga:Lebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan Sumedang

“Reflektivitas awan mencapai 35 hingga 50 dBZ, yang mengindikasikan potensi hujan sedang hingga lebat,” paparnya.

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada rentang waktu menjelang siang hingga malam hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Teguh Rahayu yang akrab disapa Ayu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, terutama pada sore hari.

Ia menjelaskan, potensi cuaca ekstrem biasanya muncul pada hari dengan pemanasan kuat, yakni antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan awan berwarna gelap yang menjulang tinggi menyerupai kembang kol, atau dikenal sebagai awan cumulonimbus.

Leave a Comment