
JABAR EKSPRES – Seekor macan tutul yang sempat menghebohkan warga karena memasuki kawasan permukiman di sekitar Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Jumat (3/4/2026), dipastikan merupakan satwa liar dan bukan koleksi milik Taman Safari Indonesia (TSI)
Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor, Dani Hamdani, menyampaikan, macan tutul tersebut berasal dari habitat alaminya di kawasan hutan sekitar Gunung Mas.
“Iya itu macan tutul liar, karena memang masih banyak di sana. Diduga satwa tersebut turun dari kawasan hutan di sekitar Gunung Mas, kemudian terjerat jebakan babi,” ujar Dani saat dikonfirmasi.
Baca Juga:Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib WargaPuncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap
Ia menjelaskan, kemunculan macan tutul hingga ke area dekat permukiman diduga karena satwa sedang mencari makan atau berpindah habitat, sebelum akhirnya terjerat perangkap yang dipasang untuk babi.
Proses evakuasi pun segera dilangsungkan oleh BKSDA Bogor dengan melibatkan tim dari TSI untuk membantu penanganan medis dan teknis di lapangan.
Sementara itu, Direktur Utama TSI, Aswin Sumampau mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim Life Science yang terdiri dari dokter hewan, paramedik, dan kurator guna memastikan kondisi satwa tetap terjaga selama proses evakuasi.
“Selanjutnya seluruh proses evakuasi dan penanganan satwa dilaksanakan secara terkoordinasi bersama BKSDA Bogor selaku otoritas berwenang, dengan mengacu pada prosedur perlindungan satwa liar,” Ucap Aswin.
Saat ini, macan tutul tersebut disampaikan telah berada di lokasi penanganan sementara untuk dilakukan observasi dan dalam kondisi stabil di bawah pemantauan tim medis dan konservasi dari TSI.
Adapun penanganan macan tutul tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan secara lebih lanjut dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) serta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak, termasuk kemungkinan pelepasliaran kembali ke habitatnya.
“Kondisi satwa saat ini sudah dievakuasi dalam keadaan stabil dan terus dipantau secara intensif untuk memastikan pemulihannya berjalan dengan baik. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pelestarian satwa liar Indonesia dan akan terus memberikan informasi terkini terkait hal ini, seiring dengan perkembangan situasi,” katanya.