
JABAR EKSPRES – Keputusan maskapai Wings Air menghentikan layanan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara Internasional Yogyakarta menuai beragam tanggapan, termasuk dari kalangan akademisi dan pelaku usaha di Kota Bandung.
Pengamat ekonomi dari Universitas Pendidikan Indonesia, Yudi Asep, menilai penutupan rute ini bukan sekadar keputusan bisnis jangka pendek, melainkan indikasi perubahan perilaku konsumen dalam memilih moda transportasi.
Menurut Yudi, saat ini masyarakat cenderung beralih ke moda transportasi darat seperti kereta cepat maupun travel premium yang dianggap lebih efisien dari sisi waktu total perjalanan dan biaya.
Baca Juga:Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib WargaPuncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap
“Untuk rute jarak pendek seperti Bandung–Yogyakarta, pesawat baling-baling kalah bersaing. Waktu tempuh memang singkat di udara, tapi proses di bandara dan akses menuju lokasi justru membuatnya kurang kompetitif,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan infrastruktur baru, seperti jalan tol dan layanan kereta antarkota yang semakin nyaman, turut menggerus minat masyarakat terhadap penerbangan domestik jarak dekat.
Sementara itu, pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy, melihat keputusan ini dari sudut pandang dunia usaha. Ia mengaku cukup terdampak karena sebelumnya rute tersebut menjadi salah satu alternatif mobilitas bisnis yang fleksibel.
“Bagi pelaku usaha, pilihan transportasi itu soal efisiensi dan fleksibilitas. Ketika opsi penerbangan berkurang, otomatis kami harus menyesuaikan jadwal dan biaya perjalanan,” ujarnya.
Namun demikian, Billy juga mengakui bahwa faktor keterisian penumpang (load factor) menjadi kunci utama keberlangsungan rute penerbangan. Jika tingkat okupansi rendah, maka sulit bagi maskapai untuk mempertahankan operasional.
Ia berharap pemerintah daerah dan otoritas terkait dapat mencari solusi jangka panjang, termasuk mendorong kembali daya tarik Bandara Husein Sastranegara sebagai salah satu simpul transportasi penting di Jawa Barat.
Dengan berhentinya rute ini, publik kini menanti langkah strategis selanjutnya, baik dari pemerintah maupun maskapai, dalam menjaga konektivitas Bandung dengan kota-kota lain di Indonesia.