Soroti Proyek BRT Bandung Raya, Legislator Tedy Rusmawan Dorong Kompensasi Warga Terdampak – jabarekspres.com

Soroti Proyek BRT Bandung Raya, Legislator Tedy Rusmawan Dorong Kompensasi Warga Terdampak – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan turut merespons terkait proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Pihaknya mendorong pemberian kompensasi bagi sejumlah warga terdampak.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menguraikan, pihaknya mendapat beberapa keluhan dari warga terkait proyek tersebut. Salah satunya dari mereka yang terdampak proyek.

Diantaranya adalah para Pedagang Kaki Lima (PKL). Lapak yang biasa mereka tempati terimbas pembangunan sejumlah halte. “Kalau aspirasi yang masuk, beberapa ada yang terdampak,” katanya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga:Pengamat Nilai BRT Tak Sepenuhnya Atasi Kemacetan Kota BandungPro Kontra Warga Bandung Soal Rencana BRT, Dinilai Bisa Atasi Macet hingga Picu Kekhawatiran Baru

Tedy melanjutkan, nasib warga terdampak itu belum sepenuhnya terakomodir. Makanya ia mendorong ada perhatian dari pihak pemerintah. “Ini (BRT.red) memang proyek Pemerintah Pusat, tapi lokasi ada di Bandung dan sekitar,” cetusnya.

Menurut Tedy, sebaiknya Pemkot Bandung ataupun Provinsi bisa berkomunikasi intens dengan Pemerintah Pusat. Hal itu terkait dampak lapangan dari pembangunan BRT, salah satunya nasib para warga itu.

“Apakah dari Pusat atau dari Pemkot yang menanggung. Tapi yang penting ada komunikasi intens terkait nasib warga terdampak,” bebernya.

BRT adalah proyek strategis. Harapanya juga bisa menjadi salah satu solusi moda transportasi di Bandung Raya. Sehingga ujungnya juga untuk memudahkan masyarakat. Karena itu juga dimulai dari proses pembangunan yang tidak menciderai warga.

Saat ini proyek BRT itu juga telah berproses, pembangunan halte mulai nampak di beberapa titik di Kota Bandung mulai dari di Jalan Soekarno Hata hingga di area Tegallega. Sejumlah pekerja tampak tengah membangun pondasi, hingga baru memasang penutup proyek.

Berdasarkan dokumen yang dirilis Bank Dunia, rencananya aada 18 rute BRT Bandung Raya. Targetnya bisa beroperasi penuh pada 2027.

Rute itu di antaranya, Cibiru-Kalapa, Lembang-Taman Tegallega. Lalu Leuwipanjang-Dipatiukur-Dago, Elang-Riau, Ciroyom-Pajajaran-Antapani, Dago-Leuwipanjang-Cibaduyut, Padalarang-Alun-alun Bandung. Hingga Jatinangor-Dipatiukur via Tol. (son)

Leave a Comment