HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kehadiran KRI Canopus-936 di Lagos, Nigeria, bukan sekadar persinggahan pelayaran panjang, tetapi juga jadi bagian dari strategi diplomasi maritim Indonesia di kancah internasional. Kapal survei canggih hasil kolaborasi Indonesia–Jerman ini menunjukkan peran aktif TNI Angkatan Laut dalam memperkuat hubungan antarnegara melalui kekuatan non-tempur.
Pada Rabu pagi, 1 April 2026, KRI Canopus-936 resmi menambatkan tali di dermaga Lagos setelah menuntaskan pelayaran Etape II dari Las Palmas, Spanyol. Kapal ini menempuh jarak sejauh 2.481 nautical mile melintasi Samudra Atlantik Utara selama delapan hari.
– Advertisement –
Kedatangan kapal tersebut disambut secara resmi oleh Angkatan Laut Nigeria dalam sebuah upacara militer. Turut hadir Atase Pertahanan RI di Abuja, Kolonel Cke Aslam Setiawan, yang memperkuat nuansa diplomasi dalam kunjungan ini.
Selain seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan ship tour bagi para perwira Angkatan Laut Nigeria yang didampingi langsung oleh prajurit KRI Canopus-936.
– Advertisement –
Komandan KRI Canopus-936, Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W., menjelaskan masa sandar dimanfaatkan untuk memastikan kesiapan kapal sebelum melanjutkan pelayaran berikutnya.
“Selama 3 hari sandar di Lagos Nigeria, kapal akan melaksanakan beberapa kegiatan antara lain pemantapan kondisi teknis sistem permesinan, pesawat maupun sensor, persenjataan dan pengisian bahan bakar serta pengisian air tawar,” kata Kolonel Indragiri, dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AL, dikutip pada Kamis, (2/4/2026).
KRI Canopus-936 dijadwalkan kembali melanjutkan pelayaran pada Sabtu, 4 April 2026 menuju Cape Town, Afrika Selatan. Pelayaran itu sebagai bagian dari Etape III misi pelayaran internasionalnya.
“Sesuai rencana, KRI Canopus-936 akan melanjutkan pelayaran kembali pada hari Sabtu, 4 April 2026 untuk melaksanakan pelayaran Etape III yaitu dari Lagos Nigeria menuju Cape Town Afrika Selatan,” jelas Kolonel Indragiri.
Sebagai kapal dengan fungsi utama survei dan pemetaan hidro-oseanografi, KRI Canopus-936 tidak hanya membawa kecanggihan teknologi, tetapi juga menjadi simbol kekuatan maritim Indonesia yang semakin diperhitungkan dunia.
Kehadirannya di berbagai negara menjadi bagian dari misi strategis TNI AL dalam membangun hubungan bilateral dan menjaga stabilitas kawasan. Hal itu juga sesuai dengan instruksi Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
“Kehadiran Alutsista terbaru TNI AL seperti KRI Canopus-936 yang sandar di berbagai negara sekaligus membawa misi diplomasi untuk menciptakan suasana yang kondusif di Kawasan,” ujar Kolonel Indragiri.
– Advertisement –