
JABAR EKSPRES – Tumpukan sampah yang berserakan di jalur menuju perkebunan teh di Kampung Bojongwaru, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, viral di media sosial.
Kondisi tersebut terekam dalam video yang beredar di TikTok. Dalam rekaman itu, terlihat sampah menumpuk di sisi jalan yang seharusnya menjadi jalur hijau sekaligus akses menuju kawasan wisata.
Pemerintah setempat mengungkapkan bahwa permasalahan ini diduga kuat akibat praktik ilegal oleh oknum warga.
Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!
Mereka mengambil sampah dari sejumlah wilayah di Pangalengan dengan memungut tarif, namun membuangnya secara sembarangan di lokasi tersebut.
Camat Pangalengan, Vena Andriawan, mengatakan pihaknya telah berulang kali melakukan upaya pembersihan di area tersebut.
“Untuk clean up itu sudah berkali-kali kita laksanakan, termasuk pasang portal dan sebagainya. Memang ini oknum-oknum orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, para pelaku memanfaatkan jasa angkut sampah sebagai ladang keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungan.
“Jadi mereka mengambil sampah dari beberapa tempat di Pangalengan, mengambil tarif ya, tapi buangnya sembarangan,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kecamatan berencana memperketat pengawasan di lokasi tersebut. Salah satunya dengan pemasangan kamera pengawas dan pengetatan akses masuk.
“Langkah selanjutnya mau pasang CCTV dan pengetatan portal supaya orang yang buang ke situ bisa tahu siapa saja,” jelasnya.
Baca Juga:Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan SumedangH+2 Lebaran, Jalur Puncak Bogor–Cianjur Terapkan One Way Akibat Lonjakan Kendaraan
Selain itu, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta unsur Muspika, pemerintah desa, hingga aparat keamanan seperti Babinsa untuk penanganan masalah ini.
Namun demikian, Vena mengakui hingga saat ini belum tersedia tempat pengelolaan sampah yang memadai di wilayah tersebut. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam penanganan persoalan sampah di Pangalengan.
“Belum ada, terkendala ketersediaan dan kesiapan lahan, sudah dikoordinasikan ke DLH,” pungkasnya.