HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (2/4/2026) diproyeksikan masih menyimpan potensi koreksi jangka pendek, meski sebelumnya berhasil ditutup menguat signifikan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks pergerakan bursa saham nasional itu memang mencatat kenaikan sebesar 1,93 persen ke level 7.184 pada perdagangan sebelumnya.
– Advertisement –
Penguatan ini juga didukung oleh meningkatnya volume pembelian, yang secara teknikal memberi sinyal adanya minat pasar.
Namun demikian, analis MNC Sekuritas meminta agar pelaku pasar tetap waspada akan potensi koreksi. Sebab secara teknikal, IHSG diperkirakan masih rawan tergelincir ke rentang level 6.745 hingga 6.849.
– Advertisement –
“Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.675,” tulis analis MNC Sekuritas dalam hasil risetnya, dikutip Holopis.com, Kamis (2/4/2026).
Dengan kata lain, pasar saat ini berada di fase krusial, antara melanjutkan tren penguatan atau mengalami pullback sehat sebelum naik lebih tinggi. Level support IHSG berada di 7.022 dan 6.917, sementara resistance terdekat di 7.302 hingga 7.434.
Di tengah dinamika tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati dengan strategi buy on weakness, alias beli saat harga melemah.
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menjadi salah satu yang menarik perhatian setelah melonjak 9,09 persen ke Rp1.500. Kenaikan ini disertai volume pembelian yang solid, menandakan potensi kelanjutan tren naik.
Secara teknikal, ARCI diperkirakan berada di awal fase wave 3 dari wave (C), yang biasanya identik dengan penguatan agresif. Rentang beli direkomendasikan di Rp1.425-Rp1.480, dengan target harga Rp1.625 hingga Rp1.720 dan stoploss di bawah Rp1.405.
Selanjutnya, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga menguat 9,22 persen ke Rp308. Meski demikian, penguatannya masih tertahan oleh garis MA20, sehingga pergerakan lanjutan masih perlu konfirmasi.
BBYB saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [a] dari wave B. Investor disarankan masuk di kisaran Rp294-Rp300, dengan target Rp316 hingga Rp346 dan stoploss di bawah Rp282.
Performa lebih agresif ditunjukkan oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melonjak 15,83 persen ke Rp505. Kenaikan ini juga berhasil menembus MA20, membuka peluang tren naik lanjutan.
Secara teknikal, DEWA diperkirakan berada pada wave [b] dari wave Y. Area beli berada di Rp468-Rp486, dengan target Rp545 hingga Rp595 dan stoploss di bawah Rp448.
Sementara itu, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 11,20 persen ke Rp278, meski masih tertahan MA20. Selama harga tetap berada di atas Rp250 sebagai batas stoploss, INET diperkirakan tengah membentuk awal wave A dari wave (B). Rentang beli disarankan di Rp262-Rp276, dengan target Rp306 hingga Rp350.
– Advertisement –