HOLOPIS.COM, JAKARTA – Euforia kelolosan Irak ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar cerita kejutan dari Timur Tengah. Di balik kemenangan dramatis itu, terselip kabar menarik bagi publik Indonesia, khususnya Bobotoh, karena turnamen akbar itu membuka peluang pemain Persib merasakan atmosfer panggung dunia.
Irak memastikan diri sebagai tim ke-48 sekaligus terakhir yang lolos ke putaran final setelah menaklukkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam laga play-off antarbenua di Meksiko, Selasa waktu setempat. Kemenangan ini terasa spesial karena Irak mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun sejak terakhir tampil pada 1986.
– Advertisement –
“Irak menjadi tim ke-48 dan terakhir yang lolos ke Piala Dunia pada hari Selasa, mengalahkan Bolivia 2-1 dalam pertandingan play-off antarbenua di Meksiko,” demikian dikutip dari laporan media internasional yang dikutip pada Rabu, (1/4/2026).
Keberhasilan ini juga terasa dramatis karena datang di tengah situasi sulit. Persiapan Irak terganggu oleh konflik Kawasan Timur Tengah. Bahkan, para pemain harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan sebelum tiba di lokasi pertandingan.
– Advertisement –
“Irak, yang persiapannya untuk play-off hari Selasa terganggu oleh perang di Timur Tengah,” tulis laporan media itu.
Namun, kondisi itu tak menyurutkan semangat tim. Irak langsung tampil agresif sejak awal laga dan membuka keunggulan cepat melalui Ali Al-Hamadi.
“Gol dari Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein mengamankan kemenangan bersejarah bagi Irak,” lanjut laporan media itu.
Al-Hamadi mencetak gol pembuka lewat sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok yang dieksekusi dengan presisi. Keunggulan tersebut sempat disamakan Bolivia menjelang akhir babak pertama, membuat pertandingan semakin menegangkan.
Di babak kedua, Irak kembali menunjukkan mental kuat. Kapten sekaligus peyerang Aymen Hussein menjadi penentu kemenangan lewat gol yang memastikan tiket ke Piala Dunia.
“Irak kembali unggul delapan menit memasuki babak kedua,” tulis laporan tersebut.
Meski Bolivia terus menekan hingga menit akhir, lini pertahanan Irak tampil disiplin dan mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
“Pertahanan Irak yang terorganisir dengan baik tetap kokoh selama sembilan menit waktu tambahan yang menegangkan.”
Kemenangan ini juga menjadi pembuktian bagi pelatih Graham Arnold yang sebelumnya sempat meminta penundaan laga akibat kondisi tim yang tidak ideal.
Kini, Irak akan menghadapi tantangan berat di fase grup Piala Dunia 2026 setelah dipastikan tergabung bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia.
“Irak… akan bermain di Grup I melawan Prancis, Senegal, dan Norwegia.”
Dengan semakin banyaknya slot peserta di Piala Dunia 2026, peluang pemain dari liga-liga non-elit, termasuk Indonesia, ikut merasakan atmosfer turnamen semakin terbuka.
Bagi Persib Bandung, momen ini menjadi sinyal positif. Sebab, bek Persib, Frans Putros merupakan pilar lini belakang Irak.
Pun, Putros juga beberapa kali dimainkan pelatih Graham Arnold termasuk saat lawan Timnas Indonesia di ronde 4 babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jika Putros masuk daftar final skuad Irak di Piala Dunia, maka klub kebanggaan Bobotoh berpotensi memiliki wakil di panggung terbesar sepak bola dunia.
– Advertisement –