
JABAR EKSPRES – Sebanyak 856 calon jemaah haji asal Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan manasik haji yang digelar di Gedung KH Irfan Hielmy, Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian persiapan menuju keberangkatan ke Tanah Suci ini dibuka langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat mampu, baik secara finansial maupun fisik.
Ia mengingatkan bahwa haji tidak hanya soal ritual spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan jasmani yang optimal. Perbedaan cuaca antara Indonesia dengan Mekkah dan Madinah yang cukup ekstrem, menurutnya, menjadi faktor yang harus diantisipasi oleh setiap calon jemaah.
Baca Juga:Tekanan Geopolitik dan Permintaan Global Dorong Kenaikan Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah Jelang Wajib Halal 2026, Pengawasan Produk di Pasar Tradisional Jadi Sorotan
“Luruskan niat, ikhlaskan diri semata-mata untuk beribadah, dan siapkan fisik dari sekarang,” pesan Bupati kepada para calon jemaah yang hadir.
Herdiat juga menyoroti pentingnya kegiatan manasik sebagai bekal utama.
Ia menyebut, melalui manasik, calon jemaah mendapatkan pembekalan berupa pemahaman tata cara ibadah serta simulasi praktik sehingga mampu menjalankan setiap rangkaian haji secara tertib, sah, dan mandiri sesuai tuntunan syariat.
“Manasik ini menjadi bekal penting agar para jemaah dapat menjalankan ibadah secara tertib, sah, dan mandiri,” ujarnya.
Di sela-sela pembukaan, Bupati turut menyampaikan harapan agar situasi konflik yang terjadi di sejumlah negara Timur Tengah tidak berdampak terhadap kelancaran keberangkatan dan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Ia mendoakan keselamatan bagi seluruh jemaah haji asal Ciamis sejak berangkat hingga kembali ke tanah air.
“Mudah-mudahan semua berjalan lancar, para jemaah diberikan keselamatan dari berangkat hingga kembali lagi ke tanah air dan berkumpul bersama keluarga,” tambahnya.
Senada, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, menjelaskan bahwa manasik haji merupakan tahapan penting dalam pembinaan calon jemaah. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman, simulasi praktis, serta pembekalan ilmu agar setiap jemaah mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri, tertib, serta sesuai rukun dan wajib haji.
Baca Juga:Pinjaman dengan Bunga 6 Persen, Kopdes Jadi Senjata Lawan RentenirPeluang Investasi, Forum Bisnis Indonesia-Jepang Hasilkan Komitmen USD 22,6 Miliar
Nana memaparkan, jumlah peserta manasik tahun ini mencapai 856 orang dengan komposisi usia yang beragam, mulai dari 17 tahun hingga 96 tahun. Variasi usia tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan bimbingan agar seluruh calon jemaah, khususnya lansia, mendapat pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.