HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang menghasilkan capaian besar. Dalam lawatan yang berlangsung pada 29–31 Maret 2026, Indonesia berhasil mengantongi komitmen investasi senilai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp 401,71 triliun.
Nilai investasi tersebut menjadi salah satu hasil konkret dari diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia di kawasan Asia Timur.
– Advertisement –
“Kita mencari mitra yang siap bergabung dengan kita untuk membangun industri, mentransfer teknologi, dan tumbuh bersama,” ujar Prabowo, Rabu (31/3/2026).
Selain investasi, Indonesia dan Jepang juga sepakat memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Mulai dari energi bersih seperti produksi metanol dari emisi karbon, hingga pengembangan energi panas bumi.
– Advertisement –
Tak hanya itu, kerja sama juga mencakup eksplorasi dan pengembangan migas, penguatan ekosistem keuangan inklusif, serta investasi strategis di berbagai bidang.
Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kemitraan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian global, menandakan hubungan bilateral yang semakin erat.
Selama di Jepang, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting. Pada 29 Maret, ia tiba di Tokyo dan langsung memulai rangkaian kunjungan resmi.
Keesokan harinya, Prabowo bertemu dengan Naruhito dan putra mahkota Fumihito, serta menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang.
Pada 31 Maret, Prabowo melanjutkan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Istana Akasaka untuk membahas kerja sama lanjutan.
Kunjungan ini menjadi lawatan resmi pertama Prabowo ke Jepang sejak menjabat sebagai Presiden. Pemerintah menegaskan bahwa hubungan Indonesia-Jepang yang telah terjalin selama puluhan tahun akan terus diperkuat.
Kerja sama kedua negara selama ini mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya. Bahkan, Jepang tercatat sebagai salah satu dari lima investor terbesar di Indonesia, dengan nilai investasi mencapai 3,1 miliar dolar AS pada 2025.
Melalui kerja sama ini, Indonesia berharap dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong pertumbuhan industri berbasis teknologi.
Pemerintah optimistis, investasi besar dari Jepang akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan transfer teknologi, serta mempercepat pembangunan ekonomi nasional.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia dan tujuan investasi yang semakin menjanjikan di mata dunia.
– Advertisement –