Trump Mulai Melunak? Sinyal Kuat AS Siap Akhiri Perang Iran

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai mengirimkan sinyal kuat bahwa konflik dengan Iran bakal segera berakhir. Dalam pernyataan terbarunya, Trump bahkan mengindikasikan AS tak akan lama lagi terlibat langsung di medan perang.

Dalam wawancara telepon dengan media, Trump bilang bahwa operasi militer AS telah memberikan dampak besar terhadap Iran. Kondisi itu membuka peluang untuk segera mengakhiri konflik.

– Advertisement –

“Kita tidak akan berada di sana terlalu lama lagi. Kita sedang menghancurkan mereka sekarang,” kata Trump dikutip dari New York Post, Rabu, (1/4/2026).

Optimisme Trump bukan tanpa alasan. Ia mengatakan skala operasi militer yang masif, dengan ribuan target sudah dihantam dalam waktu relatif singkat. “Ini adalah penghancuran total,” tutur Trump.

– Advertisement –

Menurut dia, sudah 11.000 target di Iran telah dibom dalam 32 hari. Pernyataan Trump yang beri sinyal perang bakal berakhir langsung mengguncang pasar global. Indeks saham utama dilaporkan melonjak tajam tak lama setelah Trump menyebut perang akan segera berakhir.

Omongan Presiden kontroversial itu meredakan kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan.

Trump juga mengklaim narasi keberhasilan militernya dengan mengunggah video ledakan besar di dekat Isfahan, yang diklaim menghantam ‘banyak hal.’

Menariknya, Trump mulai mengubah pendekatan strategis terkait Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dunia.

Alih-alih menjadikannya target utama, Trump justru membuka kemungkinan bahwa negara lain akan mengambil alih tanggung jawab untuk membuka jalur tersebut.

Program Nuklir Iran

Dia bilang AS sudah menghancuran Iran sehingga tidak memiliki kekuatan lagi. “Dan, biarkan negara-negara yang menggunakan selat itu, biarkan mereka pergi dan membukanya,” katanya.

“Saya membayangkan siapa pun yang mengendalikan minyak akan sangat senang untuk membuka selat itu,” lanjut Trump.

Pernyataan ini menandai perubahan signifikan dari sebelumnya. Sebab, AS pernah pertimbangkan pengawalan militer untuk kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz.

Lantas, saat ditanya soal kemungkinan mengakhiri perang tanpa membuka Selat Hormuz, Trump menjawabnya. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya bukan lagi jalur pelayaran, melainkan ancaman nuklir Iran.

“Sejujurnya, saya tidak memikirkannya. Satu-satunya fungsi saya adalah memastikan bahwa mereka tidak memiliki senjata nuklir. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” jelas Trump.

Di tengah dinamika ini, Trump juga melontarkan kritik kepada sekutu-sekutu AS yang dinilai belum menunjukkan inisiatif nyata untuk membantu membuka jalur strategis tersebut.

Adapun, Iran coba memperkuat posisinya dengan wacana pengenaan pajak terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, laporan terbaru menyebutkan beberapa kapal internasional sudah diizinkan melintas tanpa dikenakan biaya.

Pernyataan Trump mencerminkan perubahan arah besar dalam konflik Iran. Dari pendekatan agresif menuju sinyal de-eskalasi.

– Advertisement –

Leave a Comment