Dampak Bencana Masih Tinggi, Pemkot Cimahi Ubah Pendekatan dari Reaktif ke Preventif  – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi menempatkan mitigasi bencana sebagai langkah krusial dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan sulit diprediksi. Upaya ini ditegaskan melalui sosialisasi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, dengan fokus memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat komunitas.

Langkah tersebut diambil seiring tingginya potensi bencana di wilayah Cimahi. Ancaman mulai dari banjir, cuaca ekstrem, longsor, hingga gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang, ditambah bencana hidrometeorologi yang dipicu perubahan iklim, tercatat semakin sering terjadi dengan pola yang tidak menentu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menyebut rangkaian kejadian bencana dalam beberapa tahun terakhir menjadi peringatan penting.

Baca Juga:Pemkot Cimahi Terapkan WFH Hari Rabu, Ini Alasan Wali Kota NgatiyanaCerita Unik Damkar Cimahi: Padamkan Api, jadi Psikolog Putus Cinta hingga Rayakan Ulang Tahun Warga

Ia menerangkan, dampak yang ditimbulkan mulai dari korban jiwa, kerusakan lingkungan, hingga tekanan psikologis, sebagian besar dipicu oleh rendahnya kesiapsiagaan masyarakat.

“Pendekatan penanggulangan bencana tidak lagi dapat bersifat reaktif. Mitigasi harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan, dengan menjangkau hingga lapisan masyarakat paling kecil,” ujarnya, Selasa (31/3/26).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menegaskan mitigasi merupakan investasi jangka panjang yang jauh lebih efisien dibandingkan penanganan pascabencana.

“Setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk mitigasi dapat menghemat empat hingga tujuh kali lipat biaya yang harus ditanggung saat bencana terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi geografis Cimahi yang berada di kawasan rawan bencana menjadikan aspek kebencanaan sebagai faktor utama dalam pembangunan berkelanjutan.

Lanjutnya, hal ini tercermin dalam berbagai kebijakan, mulai dari perizinan bangunan, penataan ruang, hingga pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada pengurangan risiko.

Sosialisasi tersebut melibatkan perwakilan warga dari berbagai kelurahan, termasuk ketua RT dan karang taruna. Mereka dibekali pemahaman praktis terkait langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan saat dan setelah bencana.

Baca Juga:Layanan TB dan Cek Kesehatan Gratis Diperkuat, Klinik di Cimahi Didorong Lebih AktifMudah Tertipu Link Palsu? Ini Langkah Diskominfo Cimahi Tingkatkan Literasi Digital

“Materi yang diberikan mencakup simulasi evakuasi, pengenalan tanda-tanda bencana, hingga pembangunan sistem peringatan dini di lingkungan masing-masing,” bebernya.

Selain peningkatan kapasitas, masyarakat juga didorong untuk berperan aktif menjaga lingkungan.

“Upaya sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan untuk mencegah banjir, melakukan penghijauan guna mengurangi risiko longsor, hingga memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul tetap siap digunakan, dinilai menjadi bagian penting dalam mitigasi,” paparnya.

Leave a Comment