Tambal Sulam Gagal, Bendungan Martasinga Kembali Jebol dan Lumpuhkan Irigasi – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Ribuan warga di Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terdampak krisis air setelah bendungan Martasinga kembali jebol dan memutus aliran irigasi ke lahan pertanian.

Jebolnya bendungan untuk kedua kalinya pada Jumat (27/3), memperparah kondisi yang sudah lebih dulu dirasakan warga, terutama petani yang kini kembali dihadapkan pada ancaman gagal panen akibat terhentinya pasokan air irigasi.

Agus Mingkail (40), warga Desa Gununghalu, mengungkapkan kekecewaannya karena bendungan yang sebelumnya diperbaiki secara swadaya kembali rusak.

Baca Juga:Bendungan Jebol di Gununghalu, 80 Hektare Sawah Terancam KekeringanAnggota DPR RI Tekankan Optimasi Fungsi Irigasi Bendungan Leuwikeris untuk Ketahanan Pangan

“Perbaikan sudah dilakukan sejak pertengahan Ramadan dengan gotong royong. Tapi kenyataannya jebol lagi. Kalau hanya mengandalkan cara seperti ini tanpa penanganan serius, ya tidak akan bertahan,” ujar Agus saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Ia menyebut, bantuan dari pemerintah berupa 26 bronjong dan satu besi kanal C belum mampu memperkuat bendungan secara menyeluruh.

Dampaknya, puluhan hektare sawah di Desa Bunijaya kini kembali terancam gagal panen. Agus mengatakan, kondisi serupa sebenarnya sudah terjadi sejak bendungan pertama kali jebol pada Januari 2026.

“Sebagian sawah bahkan sudah berubah jadi tegalan karena tidak ada air. Petani hanya mengandalkan hujan, itu pun tidak menentu,” katanya.

Selain pertanian, krisis air juga mulai dirasakan untuk kebutuhan perikanan hingga aktivitas sehari-hari warga. Aliran sungai kecil di wilayah tersebut bahkan dilaporkan sempat mengering sebelum Ramadan dan hanya meningkat saat hujan deras.

Kini, warga terpaksa kembali menggalang dana secara mandiri untuk memperbaiki bendungan. Agus berharap ada langkah konkret dari pemerintah agar kerusakan tidak terus berulang.

“Warga sudah berusaha semampunya. Tapi kalau tidak ada penanganan permanen dari pemerintah, kejadian seperti ini akan terus terulang,” tegasnya.

Baca Juga:Terbukti Manipulasi Dokumen Pengadaan Lahan Proyek Bendungan Cipanas, Kejari Sumedang Tahan 2 TersangkaBendungan Cibalok Siaga 3, Warga Pinggir Kali Mesti Waspada

Sementara itu, Camat Gununghalu, A. Haris Kosaman, mengatakan bendungan Martasinga mengairi sekitar 60 hektare lahan pertanian dengan jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 9 kilometer.

“Sejak jebol awal Ramadan, air tidak lagi mengalir maksimal karena tidak bisa masuk ke saluran irigasi,” ujar Haris.

Ia menyebut dampak kerusakan bendungan meluas hingga 11 RW dengan total sekitar 90 hektare sawah dan 2.276 kepala keluarga terdampak.

Leave a Comment