
JABAR EKSPRES — Rencana pengosongan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, yang akan dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) hingga kini masih menunggu instruksi resmi dari Pemerintah Daerah maupun Pusat. Meski wacana tersebut telah dibahas lintas instansi, pelaksanaan di lapangan belum dapat dipastikan waktunya.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan pihaknya telah mengikuti sejumlah rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, hingga kementerian terkait. Namun demikian, keputusan final terkait pengosongan terminal belum ditetapkan.
“Memang betul kami juga sudah rapat dengan provinsi, Kota Bandung maupun kementerian. Untuk Terminal Cicaheum ini bisa dikatakan terakhir digunakan untuk arus mudik dan balik,” ujar Asep, Jumat (27/3).
Baca Juga:Arus Balik Mulai Meningkat, 14.579 Penumpang Tercatat Telah Masuk Bandung via Terminal CicaheumBelum Puncak! Pergerakan Penumpang di Terminal Cicaheum Diprediksi Meledak Akhir Pekan
Ia menjelaskan, setelah momentum arus mudik dan balik Lebaran, Terminal Cicaheum direncanakan tidak lagi beroperasi seperti biasa. Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa langkah selanjutnya masih menunggu arahan resmi dari pimpinan.
“Untuk selanjutnya kami menunggu kepastian, karena kami juga menunggu instruksi dari pimpinan. Tidak bisa serta-merta langsung dilakukan pengosongan,” katanya.
Menurut Asep, sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada seluruh pihak yang terdampak, mulai dari pedagang, pengelola terminal, hingga para pengemudi angkutan umum.
“Di sini kan katanya akan ada sosialisasi dulu, antara pedagang, pengurus, termasuk pengemudi. Jadi semuanya harus dipersiapkan dengan matang,” jelasnya.
Meski masih menunggu keputusan resmi, pihak Terminal Cicaheum menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut sebagai bagian dari program pemerintah dalam meningkatkan sistem transportasi publik.
“Kalau kami mendukung penuh, ini program pemerintah yang wajib kita dukung bersama demi kebaikan masyarakat Kota Bandung, khususnya Jawa Barat,” tegas Asep.
Di sisi lain, upaya sosialisasi sebenarnya telah mulai dilakukan oleh pihak terminal kepada para pemangku kepentingan di lingkungan Terminal Cicaheum. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi perubahan yang akan datang. “Kalau dari kami sendiri sudah melakukan sosialisasi, baik untuk para pedagang, pengurus, pengemudi angkot, ke elf, itu sudah. Cuma kami tidak bisa mengeluarkan kebijakan, karena kebijakan tetap ada di pimpinan kami sendiri,” ungkapnya.