HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Laut tak hanya menunjukkan kekuatan tempur, tapi juga mempertegas peran strategis Indonesia dalam diplomasi maritim global. Peran TNI AL itu tercermin dari partisipasi aktif dalam ajang internasional International Fleet Review (IFR) dan Latihan Multilateral Kakadu 2026 yang digelar di Sydney.
Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL, kegiatan ini jadi panggung penting bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama pertahanan. Selain itu, meningkatkan interoperabilitas dengan angkatan laut negara sahabat.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali yang diwakili oleh Laksda TNI Antonius Widyoutomo selaku Head of Delegation (HOD), hadir bersama jajaran pejabat tinggi TNI AL dalam rangkaian acara tersebut.
Partisipasi ini juga bertepatan dengan peringatan 125 tahun Royal Australian Navy yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi Australia. Hal itu termasuk Wakil Perdana Menteri Richard Marles dan Gubernur Jenderal Sam Mostyn.
– Advertisement –
Dalam ajang ini, Indonesia mengerahkan kapal perang andalan, KRI Raden Eddy Martadinata-331.
“Kapal ini menjadi representasi kekuatan sekaligus profesionalisme prajurit TNI AL di panggung internasional,” demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AL, dikutip pada Senin, (23/3/2026).
Sebanyak lebih dari 34 kapal perang dari 20 negara turut ambil bagian, termasuk dari Amerika Serikat, Jepang, India, hingga Kanada. Kehadiran berbagai negara ini menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menjaga stabilitas keamanan maritim global.
Setelah IFR, kegiatan berlanjut ke Latihan Multilateral Kakadu 2026 yang terbagi dalam dua fase utama, yakni Harbour Phase dan Sea Phase. Pada fase awal, para peserta melaksanakan briefing, olahraga bersama, hingga forum interaksi antar angkatan laut guna mempererat hubungan.
Memasuki fase laut, latihan akan digelar di kawasan Eastern Australia Exercise Area. Dalam tahap ini, KRI REM-331 bersama kapal dari berbagai negara akan menjalani berbagai skenario tempur modern.
Latihan tersebut meliputi peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti kapal selam, penembakan meriam, hingga pengisian logistik di tengah laut (Replenishment at Sea). Seluruh rangkaian ini menjadi ajang uji kemampuan sekaligus kesiapan tempur prajurit secara terpadu.
Partisipasi aktif TNI AL dalam forum ini tidak hanya soal latihan militer, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik maritim.
– Advertisement –
