HOLOPIS.COM, JAKARTA – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di sejumlah wilayah Indonesia justru diwarnai bencana hidrometeorologi. Hujan lebat disertai angin kencang hingga banjir melanda beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Maluku dalam kurun 21–22 Maret 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kejadian ini berdampak pada ratusan kepala keluarga dengan kerusakan rumah hingga warga yang harus mengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, salah satu kejadian terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
“Adapun yang pertama di Provinsi Jawa Barat, fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang, melanda lima desa di empat kecamatan, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (20/3),” kata Abdul dalam keterangannya dikutip pada Senin, (23/3/2026).
– Advertisement –
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan 18 kepala keluarga terdampak dan 18 rumah mengalami kerusakan. Penanganan difokuskan pada evakuasi pohon tumbang serta perbaikan atap rumah warga.
Masih di Jawa Barat, banjir juga merendam wilayah Kota Depok. Ia mengatakan banjir terjadi di Kelurahan Mekarsari dan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Sabtu (21/3).
“Sebanyak 685 kepala keluarga (KK) terdampak, 17 jiwa atau enam kepala keluarga mengungsi,” jelas Abdul.
BNPB mencatat, sedikitnya 691 unit rumah terdampak banjir di kawasan tersebut. Meski demikian, kondisi terkini menunjukkan genangan air mulai berangsur surut.
Kemudian, dari Jawa Timur, banjir melanda Kabupaten Mojokerto dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah. Sebanyak 275 jiwa tercatat mengungsi, sementara 146 rumah terdampak.
Selain itu, satu tanggul jebol, lebih dari 20 hektare lahan persawahan terendam, serta tiga akses jalan ikut terdampak.
Wilayah yang paling terdampak berada di Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo dan Desa Jumenang, Kecamatan Mojoanyar. Saat ini, genangan air mulai menurun dengan kondisi cuaca terpantau berawan.
Sementara itu di Maluku, banjir juga terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat. Lalu, di Provinsi Maluku, banjir terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Sabtu (21/3), berdampak terhadap sekitar 177 KK dan rumah warga.
“Wilayah terdampak meliputi Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang dan Desa Piru, Kecamatan Seram Barat,” katanya.
Banjir juga terjadi di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah wilayah seperti Desa Sai, Desa Bala dilanda banjir. BNPB memastikan, kondisi di wilayah terdampak secara umum mulai membaik. “Kondisi saat ini banjir mulai surut,” katanya.
Meski air berangsur turun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang masih berpeluang terjadi selama periode libur Lebaran.
– Advertisement –
