Pemerintah Perkuat Intervensi Pasar, Harga Pangan Dijaga Stabil Selama Ramadhan–Lebaran – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pemerintah memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga sepanjang periode Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah melalui berbagai langkah intervensi dan pengendalian stok di pasar.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pengendalian harga menjadi prioritas utama guna melindungi daya beli masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden sejak sebelum Ramadhan harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga,” kata Amran.

Baca Juga:KAI Siapkan Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Puncak Diprediksi 24 MaretJangan Salah Tempat! Ini Lokasi Salat Id 2026 Muhammadiyah di Bandung 

Ia menyebutkan, pemerintah telah mengantisipasi potensi lonjakan harga jauh sebelum Ramadhan dimulai.

Menurutnya, ketersediaan pangan nasional saat ini cukup kuat, ditopang oleh sembilan komoditas strategis yang telah mencapai tingkat swasembada, seperti beras, gula konsumsi, cabai, jagung, minyak goreng, hingga produk unggas dan bawang merah.

Pemerintah juga menekankan pentingnya distribusi stok oleh pelaku usaha agar tidak terjadi penahanan barang yang memicu kenaikan harga.

“Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan stoknya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya,” ujar Amran.

Sebagai langkah konkret, pemerintah menggencarkan sejumlah program stabilisasi, termasuk distribusi beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.

Hingga pertengahan Maret, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai puluhan ribu ton, dari target ratusan ribu ton sepanjang tahun ini. Program tersebut didukung anggaran triliunan rupiah untuk memastikan harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.

Di sisi lain, Gerakan Pangan Murah terus diperluas cakupannya.

Sepanjang Maret saja, program ini telah dilaksanakan ratusan kali di berbagai provinsi dan kabupaten/kota, menyediakan bahan pangan pokok dengan harga di bawah pasar.

Baca Juga:Hasil Sidang Isbat, Lebaran 1447 Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026Mendag Pantau Pasar Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok Dinilai Masih Terkendali

Tak hanya itu, pemerintah juga menghadirkan program khusus yang menyasar komoditas tertentu, seperti daging ayam beku, daging sapi, dan kerbau dengan harga sesuai acuan penjualan.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai BUMN dan pelaku industri pangan, serta tersedia di ribuan titik penjualan di berbagai wilayah.

Melalui kombinasi penguatan stok, distribusi masif, dan intervensi harga, pemerintah optimistis stabilitas pangan dapat terus terjaga hingga puncak Lebaran, sekaligus memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Leave a Comment