
JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mencatat, jika punak aru mudik pada Lebaran 2026 ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun kemarin.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo mengatakan, terkait total jumlah kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026 dengan tahun kemarin, perbedaannya cukup signifikan.
“Luar biasa. Ini melebihi melebihi puncak arus mudik 2025 pada h-2 lebaran dengan jumlah 142 ribu kendaraan. Melebihi hari kemarin dan melebihi puncak arus mudik 2025,” katanya kepada Jabar Ekspres, Sabtu (21/3).
Baca Juga:THR Bermasalah! 157 Perusahaan di Jabar Dilaporkan, Siap Kena SanksiDiskon Pajak Kendaraan Lebaran! Warga Jabar Bisa Hemat 10%
“Sudah bisa kami pastikan kemarin (19/3/2026) malam memang menjadi puncak arus mudik, di mana setelah tadi malam frekuensi kendaraan yang melintas nagreg sudah berangsur menurun,” lanjutnya.
Eric menerangkan, kondisi arus lalu lintas sejak awal mulai mudik Lebaran 2026 hingga hari H Idulfitri 1447 Hijriyah, situasnya didominasi lancar tanpa hambatan.
“Memang kan arus lalu lintas lancar, kendaraan yang terhitung semakin banyak” terangnya.
Adapun pada puncak arus mudik di H-2 Lebaran tepatnya Kamis (19/3/2026), arus lalu lintas di jalud Bandung menuju Garut cukup padat akibat meningkatnya volume kendaraan.
Kendati demikian, pantauan di Pos Pam Cikaledong, Nagreg meski volume kendaraan alami peningkatan, namun arus lalu lintas tetap berjala tidak sampai berhenti stuck.
“Di H-2 Lebaran 2026, sampai pukul 24.00 WIB jumlah kendaraan yang melintas mencapai 150 ribu kendaraan melintas,” bebernya.
Kendati puncaknya melonjak, namun apabila dibandingkan secara keseluruhan dar H-7 sampai puncak arus mudik, data menunjukkan penurunan.
Baca Juga:Stasiun Cianjur Ramai! Puncak Mudik Tembus 1.200 Penumpang SehariNagreg Mulai Lengang! Puncak Mudik Dipastikan Sudah Lewat
“Kementerian Perhubungan dan Polri, kendaraan yang melintas Nagreg ada penurunan dari total kendaraan melintas H-7 ke arah Garut dan Tasik sekitar 550.290 kendaraan, jika di bandingkan dengan 2025 sampai dengan H-2 itu 509.762 kendaraan,” ujar Eric.
“Memang ada penurunan khusus kendaraan yang melintas jalur selatan Nagreg, belum bicara semua. Tapi untuk Nagreg saja ada penurunan dari tahun lalu,” pungkasnya. (Bas)