Musiman tapi Menguntungkan, Saprudin Raup Jutaan Rupiah dari Jualan Kulit Ketupat dalam Beberapa Hari  – jabarekspres.com

Musiman tapi Menguntungkan, Saprudin Raup Jutaan Rupiah dari Jualan Kulit Ketupat dalam Beberapa Hari  – jabarekspres.com

Tumpukan daun kelapa muda serta anyaman kulit ketupat terlihat memenuhi lapak kecil milik Saprudin (43) di kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor.

Sekar Andini, Jabar Ekspres

Tangannya lincah merangkai helaian daun kelapa menjadi kulit ketupat, dagangan musiman yang selalu ia jual setiap menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pria asal Cigudeg, Kabupaten Bogor, itu sudah menekuni usaha menjual kulit ketupat selama belasan tahun. Setiap menjelang Lebaran, ia selalu datang ke Pasar Anyar untuk membuka lapak sederhana yang ramai didatangi pembeli.

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis 

Sehari-hari, Saprudin sebenarnya berjualan minuman dan obat herbal. Namun saat mendekati Hari Raya Idulfitri, ia beralih menjajakan kulit ketupat dari helaian daun kelapa.

“Setiap tahun jualan ini dan selalu di Pasar Anyar Bogor. Jualan kulit ketupat ini memang khusus pas Lebaran saja. Sehari-hari saya jualan herbal,” kata Saprudin saat ditemui di Pasar Anyar, Selasa (17/3/2026).

Saprudin membuka lapaknya sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Namun semakin mendekati Lebaran, ia mengaku bisa berjualan hampir selama 24 jam hingga seluruh dagangannya habis terjual.

Biasanya, dua hingga tiga hari sebelum Lebaran menjadi masa paling ramai. Permintaan kulit ketupat meningkat tajam sehingga ia memilih menetap di lokasi jualannya agar dapat melayani pembeli.

“Karena jualan ini musiman, jadi saya menetap sampai malam karena banyak yang beli. Pokoknya sampai habis dulu, saya nggak pulang. Biasanya saya juga tidur di sini, di dekat sini ada kamar mandi umum,” ujarnya.

Dari usaha musiman ini, Saprudin mengaku bisa memperoleh keuntungan yang cukup besar. Dengan modal sekitar Rp1,5 juta, ia dapat meraih keuntungan bersih sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta dalam beberapa hari berjualan.

Bahan baku kulit ketupat ia peroleh dari petani di sekitar rumahnya di Cigudeg. Ia biasanya membawa sekitar empat hingga lima ikat daun kelapa, dengan masing-masing ikat berisi sekitar 1.000 helai.

Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

Helaian daun kelapa itu kemudian ia anyam sendiri hingga membentuk kulit ketupat sebelum dijual kepada pembeli.

“Alhamdulillah belum pernah rugi. Biasanya habis terus, malah kadang harus nambah. Saya pesan dari petani di sekitar rumah, nanti saya bawa helaiannya baru saya anyam sendiri,” katanya.

Leave a Comment