
JABAR EKSPRES – Universitas Galuh (UNIGAL) terus memperluas jejaring internasional melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan menjalin kerja sama strategis bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Kolaborasi yang dimulai melalui kunjungan akademik pada 16–20 Juni 2026 di Kampus UTHM, Johor, menjadi langkah awal memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan pembelajaran bahasa, sastra, literasi, serta pelestarian budaya berbasis teknologi. Melalui kolaborasi tersebut, kedua perguruan tinggi berkomitmen menghadirkan inovasi akademik yang selaras dengan kebutuhan pendidikan di era digital.
Selain memperluas jaringan internasional, kerja sama ini juga diwujudkan melalui implementasi program pengabdian kepada masyarakat berskala internasional bertajuk Collaborative Community Service Excellence 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh.
Baca Juga:Wabup Tasikmalaya: Pemeriksaan BPK Jangan Dipandang untuk Cari-cari KesalahanPGN Area Karawang Edukasi Masyarakat dan Dukung UMKM lewat Pemanfaatan Gas Bumi di Harkopnas
Mengusung tema “AI-Based Digitalization of Folklore with Similarities as a Strengthening of Cultural Identity among Indonesian-Malaysian Students”, program ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendigitalisasi folklor serumpun Indonesia dan Malaysia sebagai upaya memperkuat identitas budaya generasi muda kedua negara.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pengembangan pembelajaran sastra lisan, apresiasi budaya, serta inovasi media pembelajaran digital di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Tim pengabdian Universitas Galuh dipimpin oleh Dr. Hendry Sugara, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Sirojul Munir, Drs., M.M., R. Herdiana, Drs., M.M., Siti Andini, S.Pd., M.Pd., dan Fahmi Zulkifli Lubis, S.H., M.H. Program ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Galuh, yakni Fauzi Nur Ali Ramdhani, Sovy Maulida, dan Muhammad Adam Khoirurrizal, yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Indonesia dan Malaysia dalam memanfaatkan teknologi AI untuk digitalisasi budaya, mendorong kreativitas dalam menghasilkan karya digital berbasis folklor, memperkuat kolaborasi lintas negara melalui pendekatan bahasa dan budaya, serta menghasilkan media digital yang edukatif dan mudah diakses masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Hendry Sugara, S.Pd., M.Pd., mengatakan perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana pelestarian budaya, bukan hanya sebagai pendukung aktivitas digital.