
JABAR EKSPRES – Gudang sparepart motor di Kampung Tajur Halang RT 03 RW 04, Desa Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, terbakar pada Senin (20/7/2026) pagi.
Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik dengan kerugian sementara ditaksir mencapai Rp500 juta.
Komandan Regu Damkar Sektor Parung, Refgie Raullian, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 06.45 WIB. Dua unit mobil pemadam langsung diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang membakar isi gudang.
Baca Juga:Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Cibeber, Damkar Cimahi Selamatkan Aset Rp2,1 MiliarKebakaran Berulang di Tasikmalaya, FK Tagana Imbau Waspada Selama Musim Kemarau
“Objek yang terbakar merupakan gudang sparepart motor, di dalamnya banyak material yang mudah terbakar seperti cat, thinner, sparepart bodi motor, hingga peralatan seperti kompresor,” ujar Refgie saat dihubungi, Senin (20/7).
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB.
Petugas sempat mengalami kendala karena konstruksi bangunan yang mulai roboh sehingga menyulitkan akses menuju titik api.
“Bangunannya mudah roboh dan banyak material seperti baja ringan, kaleng cat, serta barang-barang lain yang menghalangi petugas saat pemadaman,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal bersama kepolisian, penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
“Indikasinya mengarah ke korsleting listrik, tetapi belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan,” pungkasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena pemilik gudang berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Api juga tidak sempat merembet ke rumah warga di sekitar lokasi.
Baca Juga:Indonesia Kian Dilirik Kreator Dunia, Kolaborasi Internasional Dinilai Perkuat Industri KreatifProgram E10 Tak Cukup Sekadar Kurangi Impor BBM, Kesiapan Produksi Jadi Kunci
Sementara itu, pemilik gudang memperkirakan total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp500 juta akibat hangusnya stok sparepart, cat, thinner, serta sejumlah peralatan kerja di dalam gudang.