
JABAR EKSPRES – Viking Persib Club berkomitmen mengajak seluruh bobotoh memberikan dukungan yang lebih tertib kepada Persib Bandung selama mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meluncurkan kampanye “No Denda” sejak awal musim sebagai upaya menekan potensi sanksi yang diterima Persib akibat pelanggaran yang dilakukan suporter.
Kampanye tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran0 bobotoh untuk selalu mematuhi aturan selama pertandingan berlangsung, baik saat laga kandang maupun tandang.
Baca Juga:Potensi PGE Karaha Belum Maksimal, Wabup Tasikmalaya Minta Dukungan KDM Kejar Target 30 MWWujud Syukur HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarame Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
Dengan semakin minimnya pelanggaran, Persib diharapkan dapat terhindar dari sanksi disiplin maupun denda yang kerap dijatuhkan operator kompetisi atau federasi.
Selain menggelar kampanye edukasi, Viking Persib Club juga akan membuka program donasi sejak awal musim. Program tersebut disiapkan sebagai bentuk antisipasi apabila Persib tetap harus membayar denda selama kompetisi berlangsung.
Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengatakan program donasi kali ini berbeda dengan musim sebelumnya. Jika sebelumnya penggalangan dana baru dilakukan beberapa pekan menjelang kompetisi berakhir, kini program tersebut akan dimulai sejak awal musim.
“Terkait denda, sejak awal musim kami memang sudah berpikir untuk membuat kampanye No Denda. Harapannya, kampanye ini bisa berjalan dengan baik. Selain menjalankan kampanye No Denda, kami juga akan membuka program donasi untuk membantu pembayaran denda yang dimulai sejak awal musim. Kalau sebelumnya program ini baru dimulai beberapa minggu menjelang akhir musim, kali ini akan dimulai sejak awal musim,” kata Tobias.
Menurut Tobias, dimulainya program donasi sejak awal kompetisi diharapkan dapat membuat dana yang terkumpul lebih optimal apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Namun, ia berharap kampanye yang dijalankan mampu menekan angka pelanggaran sehingga dana tersebut tidak perlu digunakan untuk membayar denda.
“Harapannya, pada akhir musim dana yang terkumpul bisa lebih banyak. Kalaupun nantinya tidak ada denda yang harus dibayarkan, mudah-mudahan dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk menambah fasilitas latihan,” ujarnya.
Baca Juga:Ibunda Viknes Waren: Anak Saya Memang Gagal ke Amerika, Tapi DBL Ikut Membentuk Mentalnya hingga MenduniaPersib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum Selesai
Tobias menegaskan, tujuan utama kampanye “No Denda” bukan sekadar menghindari beban finansial akibat sanksi, tetapi juga membangun budaya mendukung tim secara positif, tertib, dan bertanggung jawab.