
JABAR EKSPRES – Anggota DPRD Jawa Barat Zaini Shofari kembali mendorong adanya tribun pelajar dan disabilitas. Selain soal keramahan akses, itu juga bagian dari citra positif tata kota.
Penataan tribun itu memungkinkan sembari persiapan jelang Liga 1 kembali bergulir. Menurutnya ada sejumlah alasan kenapa perlu dihadirkan tribun khusus bagi pelajar.
Zaini menguraikan, sepak bola apalagi pertandingan Persib Bandung cukup digemari masyarakat. Tak hanya anak muda, orang tua tapi juga kalangan pelajar.
Baca Juga:Soal Jalan Desa Cibongas, Kadis PUTRLH Tasikmalaya: CCO Harus Lewat Kajian TeknisUsai Blokade Jalan dan Bakar Ban, Bupati Temui Warga dan Pastikan Ruas Cibongas Masuk CCO
Nah, kalang pelajar ini masih dalam tahap belajar. Mestinya ia mendapat tidak hanya tonton tapi juga tuntunan lewat sepak bola.
Sementara kalau bercampur dengan kalangan suporter lain, para pelajar ini berisiko mendapatkan potret yang kurang positif. Misalnya kata-kata yang kurang ramah di telinga dari para suporter. “Ini kan kurang baik,” jelasnya, Minggu (5/7/2026).
Anggota Komisi V DPRD itu melanjutkan, hadirnya tribun penonton itu tentunya perlu didukung tak hanya soal tempat tapi juga beberapa akses yang memudahkan. Misalnya dari harga tiket tentu perlu lebih terjangkau dibandingkan kalangan lain.
“Permudah aksesnya selain harga. Guru juga dilibatkan. Agar guru juga mengajarkan mentalitas lewat sepak bola,” sebutnya.
Dorong perhatian lain juga perlu diberikan kepada para kaum disabilitas. “Mereka ini luar biasa, mestinya juga perlu difasilitasi ketika di stadion,” cetusnya.
Zaini mencontohkan, selain tribun khusus maka perlu juga akses ke stadion yang ramah. Misalnya jalur khusus disabilitas. Sehingga suporter yang bawa kursi roda tidak kesulitan.
Menurut Zaini, hadirnya tribun pelajar dan disabilitas itu bukan hanya soal kemudahan akses penonton. Tapi itu juga bisa cerminan tata kota yang baik.
Baca Juga:Tiga Rumah di Cisayong Tasikmalaya Ludes Terbakar, Satu Warga Meninggal DuniaBBM B50 Siap Diterapkan di Semua Sektor, Benarkah?
“Kalau di tata kota, jalan dan trotoar perlu ramah disabilitas. Makanya ini stadion juga perlu. Ini demi citra positif juga,” jelasnya. (son)