
JABAR EKSPRES – Anggota DPR-RI Komisi XI, Fathi, meresmikan Bank Kain Kafan di Rumah Aspirasi, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Sabtu, 4 Juli 2026.
Program ini sengaja dilakukan, bertujuan untuk membantu masyarakat di Dapil Bandung-Cimahi yang mengaku sering kesulitan menyediakan kain kafan ketika ada keluarga atau warga yang meninggal dunia.
“Melalui Bank Kafan ini kami harap bisa membantu masyarakat di dapil, khususnya terkait dengan permasalahan kain kafan. Tujuannya hanya untuk membantu masyarakat sehingga bilamana ada yang meninggal dunia dan mempunyai kesulitan terkait kain kafan, bisa langsung datang ke sini dan kita langsung kasih tanpa dipungut biaya apa pun,” ujarnya.
Baca Juga:JNE Bandung Perkuat Sinergi dengan UMKM, Ruang Kolaborasi Jadi Wadah Seller Tingkatkan Daya Saing Bisnis DigitDalami Karakter Penuh Emosi, Zoe Jackson hingga Rizky Nazar Ungkap Tantangan Bintangi Sinetron Sebening Cinta
Fathi mengatakan inisiatif ini muncul setelah melihat langsung kondisi masyarakat saat reses. Menurut banyak warga yang harus terpaksa meminjam uang hanya untuk membeli kain kafan.
“Ketika kami berkeliling dapil, kita mendapati bahwa banyak sekali masyarakat yang memiliki kesulitan ketika meninggal dunia. Bahkan harus sampai pinjam uang untuk bisa menyediakan kain kafan. Itu kan sangat sedih sekali,” katanya.
Maka dari itu, Fathi menyebut penyaluran kain kafan ini bersifat fleksibel sesuai kebutuhan dari masyarakat yang membutuhkan.
“Satu RW kita kasih dua sampai tiga paket. Jadi kurang lebih ada beberapa ribu paket yang waktu itu kita bagikan. Dan mudah-mudahan insyaallah dalam waktu dekat ini bisa menjangkau semua RW di Kota Bandung,” jelasnya.
Fathi menjelaskan, satu paket Bank Kain Kafan yang nantinya dibagikan berisi beberapa hal penting dalam pemulasaran jenazah seperti kain kafan, kapas, hingga kapur barus.
Maka dari itu, Fathi mengimbau para pengurus RW agar berkoordinasi dengan Rumah Aspirasi jika membutuhkan stok kain kafan untuk warganya yang tidak mampu.
“Siapa pun yang ada di dapil bisa datang langsung ke sini. Administrasinya hanya pencatatan KTP saja. Jadi untuk Bandung dan Cimahi,” tegasnya.