Korban Gempa Venezuela Bertambah, Keluarga Korban Putus Asa Menunggu Jenazah Orang Tercinta

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harapan untuk menemukan korban selamat dari gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela semakin menipis. Sembilan hari setelah bencana terjadi, banyak keluarga korban kini hanya berharap jasad anggota keluarganya dapat segera ditemukan dan dievakuasi dari reruntuhan.

Pemerintah Venezuela pada Jumat (3/7) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 telah mencapai 2.645 orang. Selain itu, lebih dari 12.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Wilayah pesisir La Guaira menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah. Kompleks-kompleks permukiman rata dengan tanah, sementara ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa bertahan di tenda darurat maupun ruang-ruang publik.

Hingga kini pemerintah belum mengumumkan jumlah pasti warga yang masih hilang. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan jumlah orang yang belum ditemukan bisa mencapai 50.000 jiwa.

Operasi pencarian korban masih terus dilakukan, meski tim penyelamat mulai mengurangi pencarian terhadap korban selamat. Dalam kondisi normal, peluang menemukan penyintas setelah gempa umumnya menurun drastis setelah melewati 72 jam pertama.

Meski begitu, sejumlah keluarga tetap bertahan di sekitar lokasi reruntuhan dengan harapan mendengar tanda-tanda kehidupan dari anggota keluarga mereka.

– Advertisement –

Di depan Gedung Tahiti di kawasan Caraballeda, La Guaira, seorang petugas penyelamat sempat melaporkan adanya suara teriakan yang diduga berasal dari seorang korban dewasa pada Jumat dini hari. Sempat pula beredar kabar seorang anak berusia 9 tahun ditemukan dalam keadaan hidup, namun informasi tersebut belum dapat dipastikan setelah tim penyelamat internasional tidak menemukan korban selamat di lokasi.

Suasana haru sekaligus tegang menyelimuti lokasi bencana. Sejumlah keluarga korban bahkan berselisih dengan petugas dan warga lain yang ingin membuka akses alat berat karena khawatir jasad kerabat mereka justru terangkut tanpa proses identifikasi.

“Saya tidak akan tenang sebelum berhasil menemukan jasad mereka,” kata Jose Francisco Liendo yang masih berusaha mencari jenazah ayah dan saudara perempuannya, dikutip Holopis.com, Sabtu (4/7).

“Jangan biarkan alat berat datang dan membawa mereka pergi seperti sampah,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, masih membuka kemungkinan adanya korban selamat yang ditemukan. Namun, para ahli menilai peluang tersebut kini sangat kecil mengingat sudah lebih dari sepekan sejak gempa terjadi.

Respons pemerintah terhadap bencana juga menuai kritik dari warga La Guaira. Banyak yang menilai bantuan datang terlambat sehingga proses pencarian pada hari-hari pertama lebih banyak dilakukan oleh warga, keluarga korban, dan relawan menggunakan peralatan seadanya.

Bahkan, sejumlah relawan meminta aparat keamanan untuk membantu mengevakuasi reruntuhan ketimbang hanya berjaga di lokasi.

Meski demikian, Rodríguez membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan pemerintah telah bergerak cepat sejak gempa terjadi dan menyebut kritik yang muncul merupakan bentuk manipulasi informasi.

“Siapa pun yang ingin melihat kondisi sebenarnya dipersilakan datang,” ujar Rodríguez dalam konferensi pers resminya.

Di sisi lain, tokoh oposisi Venezuela yang kini berada di pengasingan, Maria Corina Machado, menilai bencana tersebut menunjukkan lemahnya kehadiran negara dalam melindungi warganya.

“Ketidakhadiran negara terlihat dengan sangat jelas. Venezuela membutuhkan sosok yang benar-benar dapat dipercaya,” kata Machado dalam konferensi pers virtual bersama sejumlah ju

Leave a Comment