Pimpinan DPRD Sambut Reaktivasi Bandara Husein Namun Minta Tak Korbankan BIJB Kertajati – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat M. Q. Iswara turut merespon terkait rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Ia menyambut hangat, dengan harapan tak mengorbankan nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Iswara menjelaskan, reaktivasi Bandara Husein tentu menjadi angin segar. Khususnya bagi warga Bandung dan sekitarnya.

Pembukaan kembali Bandara itu selain memudahkan akses untuk transportasi pesawat juga ada ekor positif terhadap simpul – simpul ekonomi. Geliat penumpang di Bandara bisa memacu perputaran ekonomi di beberapa sektor.

Baca Juga:Berawal dari Obrolan Biasa, Polda Jabar siap Perangi Judol dan Pinjol lewat Film Menang Untuk KalahBupati Tasikmalaya Resmi Lantik 9 Kepala Desa, Minta Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Pembangunan

Mulai dari perhotelan, transportasi, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Tentu kami menyambut baik. Apalagi juga sebagai warga Bandung, ” katanya, Kamis (1/7).

Namun Politikus Golkar itu mengingatkan terkait dengan nasib BIJB Kertajati. Bandara yang ada di Majalengka itu tak boleh dilupakan begitu saja. “Menurut kami, pemerintah juga harus memastikan BIJB Kertajati tetap optimal agar investasi yang telah dikeluarkan tidak sia-sia, ” sambungnya.

Menurut Iswara, BIJB Kertajati dibangun sebagai proyek strategis yang telah diperjuangkan sejak 2012. Dimulai dari proses pembebasan lahan hingga pembangunan infrastruktur pendukung. Saat itu, BIJB Kertajati diproyeksikan menjadi bandara internasional utama di Jawa Barat sekaligus mendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016.

Namun, target tersebut tidak sepenuhnya tercapai karena pembangunan BIJB Kertajati maupun Jalan Tol Cisumdawu belum selesai sesuai jadwal. Sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal saat Jawa Barat menjadi tuan rumah PON.

“Sekarang BIJB Kertajati sudah berdiri, dan investasi yang dikeluarkan sangat besar. Bahkan perusahaan pengelola bandara masih memiliki kewajiban membayar cicilan dan bunga. Oleh karena itu harus ada solusi yang tepat bagi semua pihak,” jelasnya.

Saat ini berbagai opsi terus dijajaki untuk meningkatkan keberlangsungan BIJB Kertajati. Selain melayani penerbangan haji yang dinilai relatif telah memiliki kepastian, pemerintah juga tengah mengupayakan peningkatan penerbangan umrah, pengembangan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul atau MRO bagi maskapai penerbangan, hingga peluang kerja sama dengan sektor pertahanan.

“Haji relatif sudah berjalan, sementara MRO juga sedang dijajaki, ” cetusnya. (son)

Leave a Comment