
JABAR EKSPRES – Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan akan membersihkan tumpukan eceng gondok yang semakin meluas di aliran Sungai Citarum.
Keberadaan gulma air tersebut tidak hanya menghambat aliran sungai, tetapi juga memicu munculnya ribuan nyamuk yang dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kecamatan Cihampelas dan Cililin.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengatakan pembersihan akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang menjadi lokasi penumpukan eceng gondok. Untuk mempercepat proses penanganan, Pemda akan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengerahkan alat berat.
Baca Juga:Atlet IBCA MMA Tasikmalaya Bawa Pulang 11 Medali di Temu Tarung Garut, Bidik Emas di Porprov 2026Empat Kali Diduga Jadi Korban Asusila, Bocah di Ciampea Alami Trauma hingga Kehilangan Percaya Diri
“Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengerahkan alat berat, seperti ekskavator laba-laba dan perahu pencacah, agar proses pengangkatan gulma air lebih efektif,” ujar Asep di Ngamprah, Jumat (26/6/2026).
Menurut Asep, penanganan eceng gondok tidak hanya berfokus pada pembersihan, tetapi juga pemanfaatannya agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami ingin penanganan eceng gondok tidak berhenti pada kegiatan pembersihan. Tanaman yang diangkat akan dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah,” katanya.
Ia menjelaskan, eceng gondok yang berhasil diangkat akan diolah menjadi pupuk organik dan bahan baku kerajinan tangan dengan melibatkan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Waduk Saguling. Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan pemanfaatannya sebagai media tanam jamur merang.
Asep menambahkan, persoalan eceng gondok tidak terlepas dari masih banyaknya sampah dan limbah rumah tangga yang dibuang ke Sungai Citarum. Menurutnya, keberhasilan penanganan sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai.
“Pembersihan memang penting, tetapi menjaga agar sungai tidak kembali tercemar jauh lebih penting. Sungai yang bersih hanya bisa terwujud jika seluruh masyarakat ikut menjaga dan tidak membuang sampah ke aliran sungai,” pungkasnya. (Wit)