
JABAR EKSPRES – Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari bersama Yayasan KEHATI menggelar pameran restorasi keanekaragaman hayati perkotaan Kota Bandung. Pameran yang digelar di Bandung Creative Hub, Kota Bandung, tersebut menjadi proyek pertama Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari bersama Yayasan KEHATI di wilayah perkotaan Indonesia.
Founder Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari, Ramalis Sobandi, menjelaskan sejak tahun 2025 lalu, pihaknya telah diamanahkan untuk melakukan kegiatan restorasi keanekaragaman hayati perkotaan Kota Bandung.
“Biasanya mainnya di hutan, bambu, mangrove, dan sebagainya. Ini pertama kali untuk kota,” katanya, Minggu, 21 Juni 2026.
Baca Juga:Bongkar Mitos UMKM Kuliner, Polytron dan Populix Hadirkan Peta Jalan Naik Kelas Berbasis DataBPBD Kabupaten Bogor Prediksi Puncak Kekeringan Terjadi Agustus-September
Ramalis menyelesaikan, Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari dipilih karena bergerak di riset biodiversitas perkotaan. Lembaga tersebut menurutnya telah memetakan delapan kota di Indonesia, yakni Medan, Jatinegara, Bandung, Solo, Jogja, Surabaya, Manado, dan Balikpapan.
“Tapi khusus untuk Bandung, memang karena kami base-nya di Bandung, menjadi sangat insentif,” katanya.
Sebelum fokus pada biodiversitas, selama tiga tahun sebelumnya yayasan tersebut melakukan riset adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di dua metropolitan, yaitu Bandung dan Rebana. Riset biodiversitas Kota Bandung, dilakukan dengan metode citizen science atau melibatkan warga.
Ramalis menyebut pihaknya melakukan sembilan kali pendataan dengan cara open recruitment melalui Instagram.
“Rata-rata yang berangkat riset bareng 40-an orang,” ujarnya.
Hasil riset tersebut, kemudian dipamerkan agar lebih banyak warga mengetahui kondisi keanekaragaman hayati Kota Bandung. Ramalis menyebut Pemerintah Kota Bandung seharusnya memiliki database urban biodiversity dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP). Namun, hingga kini keduanya belum ada.
“Karena satu dan lain hal, terutama soal sampah, mereka belum sempat sampai ke sana,” ungkapnya
Ramalis menjelaskan tanggung jawab merestorasi dan memulihkan alam adalah tanggung jawab bersama.
Baca Juga:Kapolda Jabar Cup 2026 : Sempat Tertinggal, Tim Voli Polres Tasikmalaya Menang Telak 3-0 di Laga PerdanaRibuan Motor Listrik BGN Senilai Rp1,3 Triliun di Sentul Bogor Disegel!
“Supaya yang bertanggung jawab ini mau jalan bareng, informasi ini harus disampaikan ke semua orang. Makanya kami agresif menyosialisasikannya,” ungkapnya
Pameran tahun ini berbeda dari tahun lalu. Pada 2024, yayasan kata dia, menggelar pameran perubahan iklim di Hallway Space, Kota Bandung selama satu setengah bulan untuk merangkul anak muda.