Pimpinan Dewan dan Wawalkot Tak Hargai Tokoh Sekber Cimahi Otonom di HUT Kota ke 25 – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Rapat Paripurna DPRD Kota Cimahi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi yang ke-25 mendapatkan sorotan tajam.

Ketua Umum LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara), Andi Halim, melayangkan kritik keras terhadap Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota Cimahi karena dinilai mengabaikan peran para pendiri kota dalam pidato mereka.

​Andi Halim yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan rasa kecewanya. Menurutnya, ada kejanggalan besar yang kontras terlihat selama jalannya acara formal tersebut.

Baca Juga:Laga Ekshibisi Hujan Gol, Skuad Legenda PERSIB Tekuk Combiphar 5-3 di Stadion SiliwangiLindungi Pekerja Rentan, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Salurkan Rp49,3 Miliar

​Kontras dengan Paparan Sejarah Sekda

​Andi mengapresiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi yang dengan penuh semangat memaparkan histori panjang Cimahi, mulai dari era Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels saat pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan. Namun, apresiasi sejarah itu justru tidak tercermin dalam pidato Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota.

​”Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD seolah-olah tidak peduli terhadap pendiri Kota Cimahi. Ini saya pikir kurang baik. Selaku pimpinan, tidak menghargai pendiri Kota Cimahi dan tidak menghargai sejarah itu tidak benar,” ujar Andi Halim.

​Abaikan Tokoh Pendiri Sekber Cimahi Otonom yang Hadir

​Hal yang paling disayangkan oleh Andi adalah kehadiran para tokoh penting pendiri Sekretariat Bersama (Sekber) Cimahi Otonom, salah satunya adalah H D. Oland Siswanto, SH. S.Sos selaku Ketua sekber otonom saat ini, yang tengah berada di dalam ruangan rapat, namun sama sekali tidak disapa atau disebut dalam pidato resmi kedua pejabat tersebut.

​Berikut adalah poin utama kritikan yang disampaikan oleh LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara:

* ​Apatis Terhadap Sejarah: Pejabat publik dinilai gagal menunjukkan rasa hormat terhadap proses panjang berdirinya otonomi Kota Cimahi.

* ​Mengabaikan Tokoh yang Hadir: Tokoh-tokoh pendiri Sekber Cimahi Otonom yang duduk di barisan depan diabaikan begitu saja tanpa ada sapaan atau penghormatan resmi dalam pidato.

* ​Kurang Bijaksana: Sikap Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota dianggap kurang peka terhadap nilai-nilai historis lokal.

Baca Juga:Filosofi 125 Tahun Pegadaian: Targetkan 125 Kantong Darah untuk Jaga Stok PMI BandungResmi Pimpin DPC PPP Cimahi, Fitriyani Siap Menjaga Nilai Tradisional dan Inovasi Modern

Andi menegaskan bahwa sebagai pemimpin yang mewakili masyarakat di forum tertinggi daerah, sudah sepatutnya mereka mengingat dan menghormati jasa para pejuang otonomi daerah yang hingga kini figurnya masih ada.

Leave a Comment