Karhutla Kompak Landa Banjar dan Klaten

HOLOPIS.COM, JAKARTA – fenomena karhutla (kebakaran hutan dan lahan) masih melanda sejumlah wilayah memasuki musim kemarau. Kali ini, karhutla baru melanda dua wilayah yang tersebar di dua provinsi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelasakn, laporan pertama yaitu, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di dua desa di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Sabtu (20/6).

Api menghanguskan lahan seluas 5,3 hektare yang berada di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam,dan Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura.

“Area terbakar adalah dua hektare lahan di Desa Simpang Lima dan 3,3 hektare lahan di Desa Pesayangan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (21/6).

Abdul memastikan BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak untuk melakukan pemadaman.

“Kondisi terkini api yang membakar Desa Simpang Lima berhasil dipadamkan, namun untuk wilayah Desa Pesayangan masih dilakukan pemadaman,” ujarnya.

– Advertisement –

Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6). Dilaporkan lahan seluas tiga hektare yang berada di Desa Kaligawe Kecamatan Pedan, ludes dilalap sijago merah.

“Penyebab kebakaran diduga setelah terjadinya pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan dan rumput yang mulai mengering,” ucapnya.

BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan berhasil memadamkan api. Kemudian BPBD mengimbau kepada warga agar tidak melakukan pembakaran sampah di saat cuaca kering dan terjadi angin kencang.

Menanggapi banyaknya fenomena kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, Abdul mengimbau kepada warga untuk menghemat dan memprioritaskan pemanfaatan air bersih dengan bijak, selain itu warga dapat menyediakan tempat penampungan air hujan untuk mengantisipasi berkurangnya sumber air bersih. Kemudian, bagi pemerintah daerah agar melakukan pencegahan dan penanganan kekeringan dengan cara membuat embung atau tempat penampungan air berskala besar sebagai cadangan air bagi warga.

Sementara itu menyikapi fenomena kebakaran hutan dan lahan, warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah di lahan yang kering dan lakukan pengelolaan sampah dengan bijak.

“Warga diharap tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat menyambar ke lahan yang ada di sekitarnya sehingga menyebabkan kebakaran cukup masiv. Bagi pemerintah daerah agar rutin melakukan sosialisasi guna mencegah kebakaran terjadi,” imbaunya.

Leave a Comment