
Jabar Ekspres – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal mengingatkan bahwa bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia dapat berubah menjadi ancaman apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
Menurut Cucun, tingginya jumlah penduduk usia produktif seharusnya menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, tanpa tata kelola pendidikan yang baik, kondisi tersebut justru berpotensi meningkatkan angka pengangguran.
“Bahaya jika bonus demografi tidak dimanfaatkan dengan baik akibat keteledoran dalam mengelola pendidikan. Ini bisa menjadi bom waktu bagi peningkatan angka pengangguran di masa depan,” kata Cucun saat menghadiri pelepasan siswa Angkatan ke-2 SMP Habibi Bina Cendikia (HBC), Minggu (21/6).
Baca Juga:G.H. Universal Bandung Raih Predikat Hotel Terbaik Nomor 1 di Dunia Versi TripAdvisorYayasan Pilar Tunas Nusa Lestari dan KEHATI Gelar Pameran Biodiversitas Perkotaan di Bandung
Ia menilai dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. Karena itu, proses belajar tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga harus membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Menurut Cucun, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas lulusan. Ia menyebut konsep pembelajaran mendalam atau deep learning yang menekankan aspek mindful, meaningful, dan joyful perlu diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Pendidikan modern tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. Kita harus mampu menyiapkan generasi yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cucun juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang dibarengi dengan peningkatan mutu pembelajaran.
Menurutnya, investasi di sektor pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memastikan bonus demografi benar-benar menjadi keuntungan bagi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pelepasan 38 siswa Angkatan ke-2 SMP Habibi Bina Cendikia yang terdiri dari 19 siswa putra dan 19 siswa putri. Sekolah berbasis boarding school di Solokanjeruk, Kabupaten Bandung itu juga menetapkan 10 pelajar terbaik dari angkatan tersebut.