SPMB Cimahi Diuji Transparansi, Disdik Janji Perketat Seleksi dan Lindungi Siswa Kurang Mampu – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Kepercayaan masyarakat terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi.

Setelah muncul sejumlah persoalan teknis dalam pelaksanaan sebelumnya, pemerintah daerah kini menyiapkan penguatan sistem agar proses seleksi lebih transparan, akuntabel, dan mampu menjamin akses pendidikan yang adil.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengatakan upaya mempertahankan kepercayaan publik terhadap SPMB harus dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni penguatan sistem digital, verifikasi data yang lebih ketat, serta perlindungan akses bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga:Persebaya Rayakan Hari Jadi ke-99 dengan Semangat ‘Persebaya untuk Semua’Genjot Serapan Telur dan Ayam untuk Program MBG, Harga Peternak Mulai Terdongkrak

Menurut Nana, transformasi digital dalam pelaksanaan SPMB menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan proses penerimaan berjalan terbuka dan meminimalkan potensi penyimpangan.

“SPMB Kota Cimahi saat ini telah dilaksanakan secara daring melalui portal resmi sebagai upaya meningkatkan transparansi dan meminimalkan potensi penyimpangan,” kata Nana kepada Jabar Ekspres, Sabtu 20 Juni 2026.

Ia menjelaskan, ke depan Disdik Cimahi perlu meningkatkan kapasitas infrastruktur digital, terutama menghadapi kemungkinan lonjakan akses saat masa pendaftaran maupun pengumuman hasil seleksi.

“Ke depan, langkah yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan kapasitas server dan sistem keamanan untuk mengantisipasi lonjakan akses saat pendaftaran dan pengumuman,” ujarnya.

Selain memperkuat infrastruktur, Disdik Cimahi juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap sistem aplikasi yang digunakan dalam SPMB. Evaluasi tersebut mencakup pengujian kemampuan sistem hingga pemeriksaan mekanisme seleksi.

“Nantinya dilakukan audit aplikasi secara berkala, termasuk uji beban (load test) dan audit algoritma seleksi sebelum pelaksanaan SPMB,” jelasnya.

Menurut Nana, keterbukaan informasi menjadi faktor penting untuk mengembalikan dan menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, sistem SPMB ke depan perlu dilengkapi dengan pemantauan proses seleksi yang dapat diakses publik.

Baca Juga:Freeport Percepat Perpanjangan Izin Tambang, Draf Divestasi Saham Sudah Diserahkan ke Pemerintah3 Kecamatan di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak

“Dengan menyediakan dashboard pemantauan seleksi secara real-time sehingga masyarakat dapat melihat proses dan hasil seleksi secara terbuka. Dan menyediakan pusat bantuan (helpdesk) online dan offline yang responsif untuk membantu orang tua dan calon murid yang mengalami kendala teknis,” ungkapnya.

Ia menilai langkah tersebut penting mengingat pada pelaksanaan SPMB sebelumnya sempat terjadi gangguan teknis serta perubahan hasil seleksi yang memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi sistem.

Leave a Comment