Imbas Kecelakaan Pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Komunitas Soroti Kurangnya Infrastruktur di Kota Bandung  – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pasca Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan pesepeda berinisial DP (14) di Jalan Soekarno-Hatta, Cinambo, Kota Bandung, pada Selasa, 16 Juni 2026 kemarin, kini komunitas Bike to Work menyoroti kurangnya infrastruktur.

Ketua Bike to Work Bandung Mochamad Andi Nurfauzi mengatakan, kurangnya Infrastruktur bagi pesepeda di Kota Bandung telah menjadi perhatian bagi pihaknya.

“Untuk infrastruktur bersepeda di Kota Bandung memang sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 47 Tahun 2022. Di sana memang ada sekitar 40-an ruas jalan yang sudah ada lajur sepeda. Tapi itu lajur berupa tanda, bukan jalur yang terproteksi,” katanyaa saat ditemui di sela-sela kegiatan Ghost Bike sebagai bentuk penghormatan kepada DP (14) di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu, (20/6).

Baca Juga:Bocah Main Lilin Saat Mati Lampu, 3 Rumah dan 1 Motor Ludes Terbakar di Bojonggede BogorRSUD KHZ Musthafa Ukir Sejarah, Layanan Trombolisis Pertama di Priangan Timur Selamatkan Pasien Stroke Akut

Menurut pendapatnya, selain masih kurangnya Infrastruktur, Kota Bandung juga kini dirasa belum aman bagi para pesepeda.

Hal ini kata Andi bisa ditandai, dengan masih banyaknya kondisi jalan atau jalur sepeda yang rusak, sehinga menyebabkan terjadinya potensi terjadinya kecelakaan.

“Di Bandung masih belum aman untuk menggunakan sepeda. Karena kami belum mendapatkan jalur yang terproteksi, jadi masih berupa lajur gitu. Nah saat ini memang ada yang kondisinya sudah rusak, ada yang terkena overlay, ada yang dijadikan parkir liar, kemudian kalau malam-malam penerangannya gelap, ada yang jalannya berlubang, dan lain-lain,” ungkapnya.

Maka dengan adanya hal ini, ia berharap pemerintah khususnya Kota Bandung dapat segera melakukan perbaikan infrastruktur untuk mengurangi tingkat kecelakaan bagi pesepeda.

“Salah satunya di Jalan Soekarno-Hatta, ini tingkat resiko nya yang pertama (terjadinya kecelakaan). Kemudian di Jalan Aceh, nah Jalan Aceh dan Jalan Wastukancana ini sering ada parkir liar dan orang-orang di Jalan Wastukancana agak cukup cepat juga tuh cross traffic-nya. Jadi kami berharap pemerintah daerah bisa terus melakukan penegakan yang dalam pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di lajur sepeda. Entah itu oleh kendaraan bermotor yang parkir sembarangan maupun yang membahayakan. Jadi kami ingin ada penegakan ke arah sana,” ungkapnya.

Sementara itu, disinggung mengenai kegiatan Ghost Bike yang kini dilakukan di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Andi menuturkan bahwa hal ini sengaja dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada DP (14) yang telah terlibat kecelakaan lalu lintas saat bersepeda hingga merengut nyawanya.

Leave a Comment