Targetkan 125 Kantong Darah untuk Jaga Stok PMI Bandung – jabarekspres.com

Targetkan 125 Kantong Darah untuk Jaga Stok PMI Bandung – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES — Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan stok darah yang kerap dihadapi kota-kota besar, PT Pegadaian Kantor Wilayah X Jawa Barat mengambil langkah konkret lewat aksi kemanusiaan.

Memanfaatkan momentum Hari Donor Darah Sedunia sekaligus hari jadinya yang ke-125, Pegadaian berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menggelar aksi donor darah massal di Kantor Wilayah Pegadaian Bandung, Jalan Pungkur, Jumat (19/6).

​Menariknya, aksi sosial kali ini tidak sekadar mengumpulkan darah, melainkan mengusung misi simbolis yang selaras dengan usia perusahaan.

Baca Juga:Resmi Pimpin DPC PPP Cimahi, Fitriyani Siap Menjaga Nilai Tradisional dan Inovasi ModernMusda XIV GAPENSI Jabar: Wagub Erwan Dorong Anggota Jadi Garda Terdepan Pembangunan dan Jaga Etika Usaha

Pegadaian membidik angka psikologis 125 pendonor sebagai representasi 125 tahun perjalanan perusahaan ini berdiri di Indonesia.

​Solusi Nyata di Tengah Kebutuhan Darah Kota Bandung

​Aksi yang melibatkan pegawai internal, nasabah, hingga masyarakat umum ini menjadi krusial mengingat kebutuhan darah di Kota Bandung terus berjalan setiap harinya untuk pasien rumah sakit, korban kecelakaan, hingga penyandang thalasemia.

​Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, menegaskan bahwa target 125 kantong darah ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang harus berdampak langsung pada fasilitas kesehatan lokal.

​”Target 125 pendonor ini adalah simbol filosofis dari usia Pegadaian saat ini. Kami ingin perjalanan panjang perusahaan ini direfleksikan dalam bentuk kontribusi yang nyata dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sedang berjuang di rumah sakit,” ujar Eko.

​Ubah Donor Darah Jadi Gaya Hidup Sehat

​Melalui kerja sama dengan tim medis PMI Kota Bandung, proses penyaringan (screening) dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas darah yang didonasikan berada dalam kondisi prima. Selain membantu mengamankan stok darah PMI, Pegadaian juga berupaya mengikis stigma dan ketakutan masyarakat terhadap donor darah.

​Eko menambahkan, Pegadaian ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda di Bandung, untuk menggeser paradigma dari sekadar “ikut aksi sosial sesekali” menjadi “menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat”.

​”Dengan semangat ‘MengEMASkan Indonesia’, kami tidak hanya fokus pada literasi keuangan, tetapi juga investasi pada kesehatan dan kemanusiaan. Kami berharap aksi ini memicu kesadaran masyarakat luas untuk rutin mendonorkan darahnya,” tutup Eko. (*)

Leave a Comment