Australia Tetapkan Status El Nino Potensi Picu Cuaca Ekstrem, Bagaimana Indonesia?

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Biro Meteorologi Australia (BoM) mengumumkan bahwa fenomena El Nino kini resmi berlangsung di Samudra Pasifik tropis. Fenomena iklim tersebut diperkirakan akan memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia, termasuk kawasan Asia-Pasifik.

Dalam pembaruan yang dirilis pada Selasa (16/6) malam waktu setempat, BoM menyatakan bahwa sistem El Nino Osilasi Selatan (El Nino Southern Oscillation atau ENSO) telah memasuki fase El Nino akibat meningkatnya suhu permukaan laut di sekitar garis khatulistiwa Samudra Pasifik.

“Sebagian besar model menunjukkan bahwa fenomena ini kemungkinan akan bersifat kuat hingga sangat kuat,” kata BoM dalam pernyataannya, dikutip Holopis.com.

Menurut BoM, El Nino biasanya berkaitan dengan berkurangnya curah hujan di Australia, khususnya pada musim dingin dan musim semi. Wilayah timur Australia menjadi kawasan yang paling rentan mengalami kondisi lebih kering, sementara suhu siang hari cenderung meningkat di bagian selatan negara tersebut.

Sebagai perbandingan, El Nino yang terjadi pada 2023 hingga 2024 menyebabkan Australia mengalami periode tiga bulan terkering dalam sejarah pencatatan modern, yakni antara Agustus hingga Oktober 2023.

BoM memperkirakan fenomena El Nino kali ini dapat bertahan hingga paruh kedua 2026. Namun, dampaknya diperkirakan akan lebih sulit diprediksi karena pengaruh perubahan iklim global yang terus berlangsung.

– Advertisement –

“Kekuatan fenomena El Nino ini tidak selalu sejalan dengan besarnya dampaknya di Australia. Fenomena yang lebih lemah bisa saja menimbulkan dampak besar, sementara yang lebih kuat belum tentu demikian,” jelas BoM.

Lembaga tersebut juga mengingatkan bahwa pola cuaca historis kini tidak lagi selalu menjadi acuan yang akurat dalam memprediksi dampak fenomena iklim di masa depan.

Selain El Nino, BoM juga memantau perkembangan Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole atau IOD). Jika IOD positif terbentuk dalam beberapa bulan mendatang, peluang terjadinya cuaca lebih kering di Australia diperkirakan akan semakin meningkat.

Apakah Ada Dampaknya untuk Indonesia?

Fenomena El Nino umumnya juga berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Saat El Nino terjadi, curah hujan di banyak wilayah Indonesia cenderung berkurang sehingga musim kemarau berpotensi menjadi lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.

Dampak yang sering dikaitkan dengan El Nino antara lain meningkatnya risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air di sejumlah daerah, penurunan produksi pertanian, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Namun demikian, besarnya dampak El Nino di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh fenomena tersebut. Faktor lain seperti kondisi suhu perairan Indonesia, Monsun Asia-Australia, serta perkembangan Dipol Samudra Hindia juga turut memengaruhi kondisi cuaca yang akan terjadi.

Leave a Comment