Pemkab Bandung Lindungi 300 Pelaku Usaha Perikanan Lewat BPJS Ketenagakerjaan – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat perlindungan bagi pelaku usaha sektor perikanan.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan), Pemkab Bandung menargetkan sebanyak 300 pelaku usaha perikanan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2026.

Program tersebut diwujudkan melalui Sosiofish, salah satu program yang mendukung rencana aksi Bupati Bandung dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja dan pelaku usaha di sektor perikanan.

Baca Juga:Bikin Warga Resah, Pemuda di Parung Bogor Ditangkap Polisi Saat Bawa Celurit RaksasaDiduga Korsleting Listrik, Rumah-Toko Sparepart Motor di Citeureup Bogor Ludes Terbakar

Kepala Dispakan Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, mengatakan program Sosiofish merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha perikanan terhadap berbagai risiko kerja.

“Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi pelaku usaha perikanan, sehingga mereka dapat menjalankan usahanya dengan lebih tenang dan produktif,” ujar Uka, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, seluruh iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 300 pelaku usaha perikanan tersebut akan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung.

Menurutnya, program Sosiofish tidak hanya memberikan perlindungan dan kepastian jaminan sosial, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Bandung.

Selain sosialisasi Sosiofish, Dispakan juga menggelar bimbingan teknis bagi peserta program pencetakan wirausahawan baru sektor perikanan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial peserta sekaligus membangun ekosistem usaha perikanan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Pada tahun 2026, sebanyak 110 peserta terpilih mengikuti program pencetakan wirausahawan baru yang terbagi dalam dua angkatan.

Baca Juga:Pendampingan UKS di Ciawi, Disdikbud Tasikmalaya Dorong Sekolah Cetak Generasi Sehat dan BerkarakterWarung Sembako Jadi Kedok Peredaran Miras, Polisi Sita 110 Botol Alkohol di Dramaga Bogor

Angkatan pertama yang diikuti 50 peserta difokuskan pada usaha ikan hias, sedangkan angkatan kedua sebanyak 60 peserta mengembangkan budidaya ikan lele dan nila.

“Peserta angkatan kedua terdiri dari pelaku budidaya lele kolam terpal, lele kolam konvensional, serta nila kolam konvensional,” kata Uka.

Ia mengungkapkan, sejumlah peserta program bahkan telah berhasil menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pemasok sumber protein ikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Salah satu peserta dari Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, sudah mampu memasok kebutuhan ikan untuk program MBG,” ujarnya.

Leave a Comment