Demi Bantu Penanggulangan Sampah, Kakek Asal Malang Rela ke Bandung untuk Kenalkan Inovasi HTC Gonjang Ganjing – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Hengki Sutanto sudah tak muda lagi. Namun semangat dan kepeduliannya dalam penanggulangan sampah masih terus membara.

Pria 72 tahun itu salah satu inovator dalam pengolahan masalah sampah. Ia adalah kreator HTC Gonjang Ganjing.

Itu adalah alat modifikasi hasil kreasinya. Teknologi itu mampu mengolah beberapa timbunan sampah jadi bahan lebih bermanfaat. Salah satunya bahan bakar mesin industri semen yaitu arang hidrotermal.

Baca Juga:Kolaborasi Lintas Sektoral, Pemkab Bandung Susun Strategi Tangani Banjir, Sampah dan KekeringanKapasitas Sarimukti Menyusut, Bandung Barat Siapkan Pengolahan Sampah Mandiri

Inovasi pria asal Malang itu dibuat sejak 2020 lalu, tetapi memang saat ini masih baru beroperasi di kediamannya, di Malang.

Pria berambut putih itu menceritakan, inovasi itu muncul dari keprihatinannya terkait tumpukan sampah di lingkungannya. Sampah menumpuk, selain menimbulkan bau juga tak enak dipandang.

Berbekal pengalaman, pendidikan dan bahan-bahan literasi yang dimiliki, ia pun berusaha menciptakan alat pengolahan sampah. Ia memiliki latar belakang pendidikan arsitek. Sementara salah satu pengalamannya, ia pernah kerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) era itu.

“Saya coba gambar sendiri, terus rakit dan buat dengan sumber daya yang ada,” cetusnya.

Alat modifikasi itupun jadi. Setidaknya sudah 40 kali percobaan dan uji coba dilakukan dan berhasil. Arang hidrotermal dari sampah berhasil tercipta. “Ini cocok untuk bahan bakar industri, seperti semen,” katanya.

Alat tersebut dinamakan HTC Gonjang Ganjing karena sesuai dengan sistem kerjanya. Yaitu sampah dipanaskan dalam tekanan dan suhu tinggi, ditambah dengan mekanisme jungkat-jungkit atau gonjang ganjing. Hasil pengolahannya adalah arang hidrotermal dan beberapa produk turunan lainnya.

Namun ia mengakui bahwa saat ini inovasi alat tersebut masih belum banyak diadopsi atau dikembangkan, karena berbagai pertimbangan dan baru beroperasi secara sederhana di rumahnya.

Rela Datang ke Bandung untuk Debat Sampah

Baca Juga:Dari Sampah hingga Peluang Kerja ke Jepang, KDS Beberkan Masa Depan Pemuda Kabupaten BandungBandung Ajukan Status Darurat Sampah Usai Libur Panjang, Pengamat: Program Pemilahan Belum Menyentuh Akar Masa

Kecintaan Hengki dalam menuntaskan masalah sampah tak berhenti dalam menciptakan inovasi teknologi. Tapi pria 72 tahun itu sampai rela datang ke Bandung walau tanpa undangan khusus.

Yaitu untuk menghadiri diskusi terbuka mengenai Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang digelar di DPRD Jawa Barat Selasa (9/6) lalu.

“Tidak diundang, saya cuman lihat dari selebaran saja. Ini terbuka umum, makanya saya ke sini,” ucapnya kepada Jabar Ekspres, Selasa (9/6).

Leave a Comment