
JABAR EKSPRES – Kerusakan parah di ruas Jalan Puspahiang-Mandalasari tak lagi hanya dilihat dari laporan di atas meja. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan rencana perbaikan jalan tersebut berjalan sesuai target.
Akhir pekan lalu, Cecep bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya serta tim pengawas proyek meninjau langsung lokasi dengan menggunakan motor trail.
Medan yang dilalui pun tidak mudah. Jalan dipenuhi bebatuan, lubang, tanjakan terjal, hingga genangan air yang membuat perjalanan cukup menantang.
Baca Juga:Kekeringan Melanda Nanggung Bogor, 217 Jiwa Terdampak Krisis Air BersihDPRD Apresiasi Antensi Publik terhadap MBG di Kabupaten Tasikmalaya, Minta Tata Kelola Dievaluasi
Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata kesulitan yang selama ini dihadapi masyarakat. Saat musim hujan, ruas jalan itu bahkan menjadi semakin licin dan berbahaya karena permukaan bebatuan yang basah.
Ruas jalan Puspahiang-Mandalasari tercatat mengalami kerusakan berat sepanjang 2,90 kilometer. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melakukan rekonsttuksi jalan sepanjang 2 kilometer dengan anggaran sebesar Rp6,88 miliar.
Sebagaimana keterangan yang tertera pada papan proyek, pekerjaan tersebut dimulai 11 Mei 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender. Adapun kontraktor pemenang tender yakni CV AGUSTINA.
Di sejumlah titik, Bupati Cecep terlihat menghentikan perjalanan untuk berdiskusi dengan petugas teknis dan konsultan pelaksana.
Ia menegaskan, pembangunan jalan tidak boleh hanya berfokus pada pengaspalan semata, tetapi juga harus memperhatikan sistem drainase agar kualitas jalan dapat bertahan lebih lama.
Menurutnya, persoalan drainase menjadi salah satu penyebab jalan cepat rusak. Banyak bagian ruas jalan yang belum memiliki saluran pembuangan air yang memadai.
Akibatnya, saat hujan turun, air dari pekarangan dan halaman rumah warga yang posisinya lebih tinggi mengalir ke badan jalan hingga menyerupai sungai kecil.
Baca Juga:Pertamax Naik Bantu Jaga Kurs Rupiah, Benarkah?Rutin Santuni Anak Yatim, Satreskrim Polres Tasikmalaya Minta Doa untuk Kelancaran Tugas
“Kade omat (Patut diperhayikan), drainase itu sangat penting untuk menjaga kualitas jalan agar dapat bertahan lama,” ujar Cecep saat meninjau lokasi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembangunan agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan menghasilkan kualitas terbaik.
“Yuk kita awasi bersama agar hasil pekerjaan maksimal. Setelah dibangun, jalan ini juga harus sama-sama kita jaga dan rawat,” katanya.