Habib Syakur Usul Prasetyo Hadi Jadi Jubir Utama Istana, Dinilai Mampu Redam Polemik Publik

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menyarankan Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan penataan ulang terhadap sistem komunikasi publik di lingkungan Istana Kepresidenan. Menurutnya, efektivitas komunikasi pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meredam berbagai polemik yang berkembang di ruang publik.

Habib Syakur menilai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi layak menjadi juru bicara utama Istana karena dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibandingkan sejumlah figur lain yang belakangan kerap menjadi sorotan publik.

“Pak Prabowo perlu menata ulang komunikasi publik Istana. Saya melihat Pak Prasetyo Hadi memiliki kapasitas komunikasi yang sangat baik, tenang, tidak reaktif, dan mampu menjelaskan kebijakan pemerintah dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat,” kata Habib Syakur dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, komunikasi publik yang baik merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan. Sebab, banyak kebijakan pemerintah yang pada dasarnya memiliki tujuan baik, namun menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat akibat kurang optimalnya penyampaian informasi.

Habib Syakur menilai beberapa figur yang selama ini aktif menyampaikan komunikasi pemerintah justru kerap memunculkan polemik baru di tengah masyarakat. Ia menyinggung sejumlah nama yang belakangan menjadi perbincangan publik, termasuk Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Saya melihat beberapa pernyataan yang muncul justru memunculkan perdebatan baru di ruang publik. Akibatnya energi pemerintah habis untuk menjelaskan polemik, bukan fokus pada substansi program kerja yang sedang dijalankan,” ujarnya.

– Advertisement –

Ia mengatakan pengalaman beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa setiap kali Prasetyo Hadi tampil memberikan penjelasan terkait kebijakan pemerintah, respons publik cenderung lebih kondusif dan positif.

“Faktanya, ketika Pak Prasetyo Hadi yang berbicara mewakili pemerintah, suasana publik jauh lebih tenang. Penjelasannya lugas, tidak bertele-tele, dan mampu menjawab kegelisahan masyarakat secara langsung,” tuturnya.

Habib Syakur menilai Presiden Prabowo membutuhkan satu figur utama yang menjadi rujukan komunikasi resmi pemerintah agar tidak terjadi tumpang tindih informasi maupun perbedaan narasi yang berpotensi membingungkan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan juru bicara utama yang kuat akan membantu pemerintah membangun persepsi publik yang lebih baik terhadap berbagai program strategis nasional yang saat ini tengah berjalan.

“Komunikasi publik Istana itu sangat penting. Bukan hanya untuk menjelaskan kebijakan pemerintah, tetapi juga meredam polemik yang sudah ada sekaligus mencegah munculnya polemik-polemik baru yang tidak perlu,” katanya.

Ia menambahkan, di tengah tantangan ekonomi dan dinamika sosial yang berkembang saat ini, pemerintah memerlukan strategi komunikasi yang lebih terintegrasi agar berbagai kebijakan Presiden Prabowo dapat diterima dan dipahami masyarakat secara utuh.

“Presiden perlu didukung tim komunikasi yang solid dan efektif. Karena sebaik apa pun program pemerintah, jika komunikasinya tidak tepat, maka persepsi publik bisa berbeda. Saya melihat Pak Prasetyo Hadi memiliki kemampuan untuk menjalankan peran itu,” pungkas Habib Syakur.

Leave a Comment