Cara Membuat Portal Nether di Minecraft, Panduan Lengkap untuk Pemula

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Portal Nether menjadi salah satu elemen penting dalam Minecraft karena berfungsi sebagai gerbang penghubung antara Overworld dan dimensi Nether.

Dunia yang dipenuhi lautan lava, makhluk berbahaya, serta sumber daya langka itu menawarkan pengalaman bermain yang jauh berbeda dibandingkan wilayah utama permainan.

Bagi pemain yang ingin mempercepat progres permainan atau mencari material eksklusif, membangun Portal Nether menjadi langkah yang hampir tidak bisa dihindari.

Meski terlihat rumit, proses pembuatannya sebenarnya cukup sederhana selama pemain telah menyiapkan material yang diperlukan.

Portal Nether membutuhkan minimal 10 blok obsidian untuk membentuk bingkai serta satu buah flint and steel sebagai alat untuk mengaktifkannya.

Setelah portal menyala dan menampilkan efek kabut berwarna ungu, pemain sudah dapat memasuki dimensi Nether dan memulai petualangan baru.

– Advertisement –

Material yang Harus Disiapkan

Persiapan material menjadi tahap paling penting sebelum membangun Portal Nether. Komponen utama yang dibutuhkan adalah obsidian, blok kuat yang terbentuk ketika air bertemu dengan sumber lava.

Untuk mendapatkan obsidian, pemain harus menggunakan diamond pickaxe atau netherite pickaxe. Tanpa alat tersebut, obsidian tidak bisa ditambang dengan benar.

Sebagai alternatif, beberapa pemain memilih membuat obsidian langsung di lokasi konstruksi dengan memanfaatkan kombinasi lava dan air.

Selain obsidian, pemain juga memerlukan flint and steel untuk menyalakan portal. Item ini dapat dibuat melalui meja kerajinan menggunakan satu iron ingot dan satu flint yang diperoleh dari blok gravel.

Berikut material yang dibutuhkan:
* Minimal 10 blok obsidian untuk bingkai portal.
* Satu buah flint and steel untuk mengaktifkan portal.
* Diamond pickaxe atau netherite pickaxe jika ingin menambang obsidian secara langsung.

Langkah Membangun Portal Nether

Setelah seluruh material tersedia, pemain dapat mulai membangun bingkai portal. Ukuran standar yang paling umum digunakan adalah 4 blok lebar dan 5 blok tinggi.

Pemain cukup menempatkan dua blok obsidian sebagai dasar portal. Selanjutnya, tambahkan masing-masing tiga blok obsidian ke atas pada kedua sisi sehingga membentuk dua pilar vertikal. Setelah itu, hubungkan kedua pilar menggunakan dua blok obsidian di bagian atas.

Menariknya, empat sudut bingkai tidak wajib menggunakan obsidian. Dengan cara ini, portal tetap dapat berfungsi meski hanya menggunakan 10 blok obsidian.

Setelah bingkai selesai dibangun, gunakan flint and steel pada bagian dalam portal. Jika berhasil, area tengah bingkai akan dipenuhi efek kabut ungu yang menandakan Portal Nether telah aktif dan siap digunakan.

Keuntungan Menjelajahi Nether

Memasuki Nether membuka akses ke berbagai sumber daya yang tidak tersedia di Overworld. Dimensi ini menjadi lokasi utama untuk memperoleh blaze rods, glowstone, hingga ancient debris yang nantinya dapat diolah menjadi netherite, material terkuat dalam permainan.

Selain sumber daya eksklusif, Nether juga memiliki manfaat strategis untuk perjalanan jarak jauh. Sistem koordinat Minecraft membuat setiap satu blok yang ditempuh di Nether setara dengan delapan blok di Overworld.

Karena itu, banyak pemain memanfaatkan portal untuk membangun jalur transportasi yang lebih cepat antarwilayah.

Namun, Nether bukan tempat yang aman. Pemain harus bersiap menghadapi berbagai ancaman seperti Ghasts yang menyerang dari udara, Hoglins yang agresif, hingga Piglins yang memiliki perilaku unik terhadap emas.

Kondisi lingkungan juga berbeda karena air tidak dapat digunakan dan tempat tidur akan meledak jika dicoba untuk tidur.

Meski penuh risiko, Nether tetap menjadi salah satu dimensi paling penting di Minecraft. Dengan Portal Nether yang dibangun secara tepat, pemain dapat mengakses sumber daya berharga sekaligus menjelajahi dunia baru yang menawarkan tantangan dan peluang lebih besar dalam permainan.

Leave a Comment