
JABAR EKSPRES – PT Saka Energi Indonesia (SAKA), perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat komitmennya dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sebagai upaya partisipasi aktif dalam menjaga ketahanan energi nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan diperolehnya persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe – PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah dari SKK Migas. Lapangan ini direncanakan mulai berproduksi (onstream) pada akhir tahun 2029.
“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan,” sambut Ibu Fuji Koesumadewi selaku Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA.
Persetujuan POD tersebut didukung oleh hasil analisis yang komprehensif dari sumur RGL-3, sehingga memberikan dasar teknis yang kuat dalam penyusunan rencana pengembangan lapangan. Sebelumnya, pada tahun 2025 SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe sebagai tindak lanjut atas keberhasilan penemuan hidrokarbon pada sumur eksplorasi RGL-1 pada tahun 2012, yang kemudian dikonfirmasi melalui kegiatan appraisal sumur RGL-3 pada tahun 2024 di WK Pangkah.
Baca Juga:Kekeringan Disertai Krisis Air Bersih Melanda Citeureup Bogor, 517 Jiwa TerdampakDi Bawah Terpal dan Tumpukan Daun Kering, Ribuan Motor BGN Senilai 1,3 Triliun Menanti Nasib di Sentul Bogor
Pengembangan lapangan ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi produksi hingga mencapai 5.126 barrel minyak per hari (BOPD) pada masa puncak produksinya. Secara keseluruhan, lapangan ini diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 10 juta barrel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga berakhirnya masa kontrak kerja sama, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional.
Keberadaan hidrokarbon pada Struktur Ronggolawe teridentifikasi pada lapisan CD Carbonate. Potensi tersebut dibuktikan melalui serangkaian evaluasi teknis, meliputi uji kandung lapisan (Drill Stem Test), pengujian tekanan reservoir, serta pengambilan dan analisis sampel fluida. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan potensi lapangan yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut. Dalam rencana pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 yang telah disetujui, akan dilakukan pengeboran empat sumur pengembangan yang selanjutnya dihubungkan dengan fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut.
Pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 merupakan strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (“WMO”) yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi WMO. Hal ini sejalan dengan upaya SAKA dalam mengoptimalkan produksi di WK Pangkah sekaligus mempercepat monetisasi temuan eksplorasi menjadi lapangan yang berproduksi.